5 Tempat Hiburan Kota Malang Disanksi Gegara Langgar Jam Operasional PPKM

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 28 Mar 2022 12:32 WIB
Petugas gabungan menggelar razia sasaran tempat hiburan melanggar jam operasional di Kota Malang.
Petugas gabungan saat menggelar razia jam malam (Foto: Dok Kominfo Kota Malang)
Kota Malang -

Sejumlah tempat hiburan di Kota Malang terjaring operasi gabungan penegakan PPKM Level 2. Dari 10 lokasi yang dirazia, 5 di antaranya harus ditindak karena buka melebihi jam operasional.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kabid Trantibum) Satpol PP Kota Malang Rahmat Hidayat mengatakan operasi gabungan yang juga melibatkan TNI-Polri menyasar 10 tempat hiburan malam. Seperti tempat karaoke dan kafe pada akhir pekan kemarin.

Operasi ini sekaligus menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 18 Tahun 2022 tentang PPKM Level 3, Level 2 dan Level 1 Coronavirus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Penegakan ini sekaligus untuk menindaklanjuti Surat Edaran Wali Kota Malang Nomor 18 Tahun 2022 terkait batas jam operasional tempat hiburan selama PPKM Level 2, yakni pukul 23.59 WIB.

"Dari 10 tempat hiburan malam, 5 di antaranya melanggar batas jam operasional," ujar Rahmat kepada wartawan, Senin (28/3/2022).

"Para pengunjung juga melanggar protokol kesehatan dengan berkerumun tidak menjaga jarak tidak menggunakan masker dan melebihi kuota jumlah pengunjung maksimal 50 persen. Sehingga petugas membubarkan massa dan menutup paksa sejumlah tempat hiburan malam tersebut," imbuh Rahmat.

Dari lima tempat tersebut, lanjut Rahmat, dua tempat di antaranya ditemukan minuman beralkohol dan diduga pengelola tidak memiliki izin menjual minuman beralkohol. Sehingga dalam operasi ini petugas juga menyita sejumlah jenis dan merek minuman beralkohol.

"Kami nantinya akan melakukan pengecekan ulang terkait izin tersebut," sambungnya.

Lebih lanjut, pria berkacamata itu mengatakan, sesuai aturan yang berlaku maka para pengelola tempat hiburan malam ini akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) yaitu ancaman kurungan maksimal tiga bulan dan atau sanksi administrasi maksimal Rp 50 juta.

"Identitas para pengunjung pun kami sita dan saat pengambilan di Kantor Satpol PP akan kami berikan pembinaan," tegasnya.

Sementara bagi pengelola tempat hiburan malam yang pernah dikenakan sanksi dan terjaring operasi lagi, kata Rahmat, petugas akan memberi sanksi lebih berat lagi yaitu penutupan sementara hingga pencabutan izin usaha.

"Operasi gabungan seperti ini akan terus digencarkan terutama menjelang bulan Ramadan dan saat bulan Ramadan nanti semua tempat hiburan malam dan panti pijat harus tutup," pungkasnya.



Simak Video "Mal Buka 75 Persen, Ini Aturan Lengkap PPKM Level 2 di Jabodetabek"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/fat)