Korban Investasi Bodong Mahasiswi di Lamongan Terus Bertambah

Eko Sudjarwo - detikJatim
Minggu, 23 Jan 2022 02:35 WIB
Mahasiswi asal Lamongan berinisial S menjalankan aksi penipuan dengan modus investasi bodong. Korbannya terus bertambah.
Para korban meminta bantuan ke penasihat hukum/Foto: Eko Sudjarwo/detikcom
Lamongan -

Mahasiswi asal Lamongan berinisial S menjalankan aksi penipuan dengan modus investasi bodong. Korbannya terus bertambah.

Informasi yang dihimpun, ada sekitar 50 warga yang meminta bantuan ke penasihat hukum di Lamongan, Wellem Mintarja. Puluhan warga itu dari Brondong, Laren dan Paciran, serta Plumpang (Tuban).

Mereka mengaku ditipu oleh reseller dari tersangka S. Kerugian mereka mencapai Rp 700 juta.

"Mereka mengadukan ke kami kalau telah menjadi korban dari seorang reseller investasi bodong yang owner-nya sedang mengemuka dan sudah jadi tersangka itu," kata Wellem kepada wartawan, Sabtu (22/1/2022).

Para korban, menurut Willem, sudah bertandang ke kantornya dengan membawa sejumlah alat bukti selama berinvestasi melalui reseller itu. Diketahui, reseller itu tidak jalan seorang diri dalam memasarkan investasi bodong tersebut. Tapi bersama dengan suaminya.

Sejumlah alat bukti itu, sebut Willem, seperti percakapan WhatsApp yang berisi penawaran untuk melakukan investasi. "Ayo melu investasi iki, engkok pasti ngrasakno keenaken. Sing melok wes akeh (Mari ikut investasi ini, nanti pasti merasakan enaknya. Yang ikut sudah banyak)," salah satu pesan sang reseller seperti ditirukan Willem.

Korban menyerahkan sejumlah uang untuk diinvestasikan sesuai dengan penawaran sang reseller. Awalnya sang reseller membuktikan janjinya kepada para korban yaitu memberikan hasil keuntungan yang cukup besar.

"Para korban kemudian menyerahkan secara berkelanjutan jumlah uang yang lebih besar lagi, yaitu masing-masing dalam rentangan Bulan November 2021 hingga Desember 2021. Kalau hitungan kami, klien kami rugi sebesar Rp 700 juta," ungkap Wellem.

Willem juga mengaku heran karena ketika para korban menanyakan uangnya, reseller itu balik mengancam para korban. Ancamannya yaitu akan melaporkan para korban jika terus-menerus mempersoalkan uang yang sudah diinvestasikan.

"Karena besok Hari Minggu, maka Senin (24/1) kami akan melaporkan ke Polres karena patut diduga telah memenuhi unsur tindak pidana sesuai yang diatur dalam Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP junto Pasal 55," imbuhnya

Seperti diketahui, mahasiswi asal Lamongan dengan inisial S (21) warga Desa Tambakploso, Kecamatan Turi ditangkap polisi. Ia owner investasi bodong dengan nama Invest Yuks.

Pelaku saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, sembari menunggu proses hukum selanjutnya. Atas tindakan yang dilakukan, kepolisian menjerat S dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan tindak penipuan, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun.



Simak Video "4 Pelaku Robot Trading Fahrenheit Ditangkap, Puluhan Aset Disita"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/iwd)