6 Korban Lagi Kasus Investasi Bodong di Lamongan Lapor Polisi

Eko Sudjarwo - detikJatim
Kamis, 20 Jan 2022 00:09 WIB
investasi bodong di lamongan
6 Korban investasi bodong melapor ke Polres Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Kasus investasi bodong di Lamongan masih terus berlanjut. Hari ini, sebanyak 6 orang melapor ke Polres Lamongan karena menjadi korban investasi bodong dengan jumlah kerugian mencapai Rp 194.100.000.

Penasihat hukum dari LBH Anak Bangsa Mandiri, Indahwan Suci Ning Ati mengatakan mereka melaporkan salah seorang reseller dari S, owner investasi bodong dengan nama Invest Yuks. Menurut Indah, ada 6 member yang hari ini melapor ke Polres Lamongan.

"Para korban ini adalah member yang tidak hanya berasal dari Lamongan tapi ada juga dari kota lain seperti Mojokerto dan Gresik," kata Indahwan kepada wartawan, Kamis (19/1/2022).

Para korban ini, terang Indah, melaporkan sang reseller karena merasa dirugikan. Jumlah kerugian yang dialami oleh korban, terang Indah, mencapai Rp 194.100.000 dan rata-rata 'macet' pada Desember 2021 lalu. Saat melapor ini, lanjut Indah, mereka membawa juga sejumlah barang bukti untuk menguatkan laporan mereka.

Beberapa bukti tersebut di antaranya adalah bukti transfer bank dan juga bukti percakapan korban. Indah juga menyebut ada salah satu korban yang baru pertama kalinya ikut investasi sebesar Rp 10 juta tapi ternyata investasinya bodong.

"Langkah awal kami melakukan upaya pidana, tapi tidak menutup kemungkinan untuk perdata," tambahnya.

Seperti diketahui, seorang mahasiswi asal Lamongan dengan inisial S (21) warga Desa Tambakploso, Turi yang menjadi owner investasi bodong dengan nama Invest Yuks diamankan. Pelaku saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kini mendekam di sel tahanan Polres sembari menunggu proses hukum selanjutnya. Atas tindakan yang dilakukan, kepolisian menjerat S dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan tindak penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun.



Simak Video "Kasus Trading Fahrenheit, Polri Blokir Rekening Berisi Rp 44,5 Miliar"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)