Kinerja Hakim PN Surabaya yang Di-OTT KPK Disebut Normal

Hilda Meilisa - detikJatim
Kamis, 20 Jan 2022 17:15 WIB
Pengadilan Negeri Surabaya
Pengadilan Negeri Surabaya (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya -

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Itong Isnaeni Hidayat. Bagaimana kinerja Itong selama menjadi hakim?

Humas PN Surabaya Martin Ginting mengatakan kinerja Itong selama ini normal. Dia menyebut tak ada hal mencurigakan darinya.

"Jadi kinerjanya normal dan tidak ada yang sifatnya mencurigakan atau pun melakukan hal-hal yang negatif," ungkap Martin kepada detikcom, Kamis (20/1/2022).

Martin menyebut Itong baru aktif selama beberapa bulan di PN Surabaya. "Beliau aktif di sini mulai Mei 2020. Jadi, belum ada saya melihat kasus-kasus yang menonjol ditangani yang bersangkutan," tambahnya.

Sebelumnya, berdasarkan catatan detikcom, Kamis (20/1/2022), Itong merupakan hakim senior. Saat menjadi hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Lampung, Itong sempat menjadi hakim yang mengadili mantan Bupati Lampung Timur Satono dengan nilai korupsi Rp 119 miliar dan mantan Bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampurna Jaya dengan nilai korupsi Rp 28 miliar. Saat itu Itong menjadi hakim anggota.

Hasilnya, pada 2011, Itong membebaskan Satono dan Andy. Di tingkat kasasi, akhirnya Satono dihukum 15 tahun penjara dan Andy dihukum 12 tahun penjara.

Atas putusan bebas Satono dan Andy, Itong sempat diperiksa Mahkamah Agung (MA). Itong terbukti melanggar kode etik dan diskors ke Pengadilan Tinggi (PT) Bengkulu. Itong melanggar Keputusan Ketua MA No 215/KMA/SK/XII/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pedoman Perilaku Hakim. Itong diputus terbukti melanggar Pasal 4 ayat 13 yang berbunyi:

Hakim berkewajiban mengetahui dan mendalami serta melaksanakan tugas pokok sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya hukum acara, agar dapat menerapkan hukum secara benar dan dapat memenuhi rasa keadilan bagi setiap pencari keadilan.

Adapun dua hakim lain yang mengadili Satono dan Andy dinyatakan MA tidak bersalah secara etika. Setelah hukuman skorsnya pulih, Itong berdinas lagi. Sebelum bertugas di PN Surabaya, ia sempat memegang palu di Pengadilan Negeri (PN) Bandung.



Simak Video "4 Pegawai BPK Diduga Terima Suap Rp 1,9 M dari Bupati Bogor"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/iwd)