Kronologi Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Terjaring OTT KPK

Tim detikcom - detikJatim
Kamis, 20 Jan 2022 15:59 WIB
pengadilan negeri surabaya
Pengadilan Negeri Surabaya (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya -

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Hakim bernama Itong Isnaeni Hidayat ini tertangkap bersama panitera bernama Hamdan dan seorang pengacara.

Penangkapan hakim ini terjadi Rabu (19/1) malam. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan sang hakim diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait sebuah perkara yang ditanganinya.

"Benar, 19 Januari 2022, KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di Surabaya, Jawa Timur. Diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan uang terkait sebuah perkara di PN Surabaya," ucap Ali Fikri ketika dimintai konfirmasi, Kamis (20/1/2022).

Hal ini juga dibenarkan Humas PN Surabaya Martin Ginting. Martin menyebut sejak semalam telah mendengar informasi soal OTT KPK ini.

"Kejadian tadi malam kira-kira kita dengar demikian," kata Martin.

Kendati demikian, Martin menyebut pihak KPK belum melakukan penggeledahan di kantor hakim tersebut. Namun, kantornya yang berada di lantai 4 PN Surabaya telah disegel.

"Masih penyegelan dan belum ada penggeledahan. Belum ada (barang bukti dibawa) karena masih dalam disegel," ungkapnya.

Penyegelan kantor hakim tersebut dilakukan tadi pagi. Juru bicara Mahkamah Agung (MA) hakim agung Andi Samsan Nganro menyebut KPK datang ke kantor PN Surabaya sekitar pukul 05.00 WIB.

"Bahwa pagi tadi sekitar pukul 05.00-05.30 WIB, KPK datang ke kantor PN Surabaya dan di dalam mobilnya dilihat ada Saudara Itong Isnaeni Hidayat, SH MH, hakim PN Surabaya. Begitu pula informasi yang diterima nama panitera pengganti bernama Hamdan, SH, juga diamankan," kata Andi Samsan.

Sementara informasi yang diperoleh detikJatim, hakim bernama Itong Isnaeni Hidayat langsung dibawa dan diperiksa di Jakarta.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan pihaknya sudah mendengar informasi ini. Namun, Gatot menyebut pemeriksaan tidak dilakukan di Polda Jatim.

Gatot menambahkan pihak KPK tidak melakukan peminjaman ruangan untuk pemeriksaan awal pada Polda Jatim.

"Enggak (ada peminjaman ruangan). Langsung dibawa ke Jakarta," kata Gatot kepada detikJatim di Surabaya, Kamis (20/1/2022).

Sementara dari OTT itu, KPK turut menyita sejumlah uang.

"Mengamankan sejumlah uang dan pihak terkait," ucap Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada detikcom, Kamis (20/1/2022).

Namun jumlah uang yang disita itu masih dihitung KPK. Selain Itong, KPK menangkap seorang panitera pengganti PN Surabaya atas nama M Hamdan.

"Saat ini para pihak dimaksud sedang kami periksa untuk memperjelas duduk kasus ini. Selanjutnya kami akan umumkan setelah selesai pemeriksaan yang kami lakukan," imbuh Ghufron.

Sebelumnya disebutkan OTT itu berkaitan dengan dugaan suap terkait perkara di PN Surabaya. Namun KPK belum memperjelas perkara yang dimaksud.

Para pihak yang terjaring OTT itu masih berstatus sebagai terperiksa. KPK memiliki 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka yang terjaring OTT.



Simak Video "Momen 7 Orang yang Terjaring OTT di Langkat Tiba di KPK"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/iwd)