Pimpinan PN Surabaya Gelar Rapat Usai KPK OTT Hakim dan Panitera

Hilda Meilisa - detikJatim
Kamis, 20 Jan 2022 10:42 WIB
Pengadilan Negeri Surabaya
Pengadilan Negeri Surabaya (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya -

Hakim dan panitera Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Saat ini, pimpinan PN Surabaya tengah menggelar rapat pascapenangkapan hakimnya.

"Saat ini kita sedang melakukan rapat dengan pimpinan," kata Humas PN Surabaya Martin Ginting di Surabaya kepada detikJatim, Kamis (20/1/2022).

Ginting menyebut usai rapat, pihaknya nanti akan merilis langsung perkembangan kasus ini.

"Bagaimana perkembangannya nanti kita akan rilis," tambahnya.

Di kesempatan ini, Ginting mengaku belum mengetahui pasti perkara apa yang menjerat hakimnya. Namun, KPK menyebut perkara ini karena dugaan suap di salah satu kasus yang ditangani hakim tersebut,

"Humas PN Surabaya membenarkan adanya penangkapan tersebut. Terkait perkaranya apa kita juga belum mengetahui karena semuanya masih kaget," ungkap Ginting.

Ginting mengatakan ruangan hakim tersebut telah disegel sejak Kamis pagi. Ruangan hakim berada di gedung PN Surabaya lantai 4

"Saya tadi datang pukul 07.30 WIB, ruangan hakim di lantai 4 sudah disegel oleh KPK," kata Ginting.

Sebelumnya, KPK membenarkan penangkapan hakim, panitera dan seorang pengacara ini.

"Benar, 19 Januari 2022 KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di Surabaya Jawa Timur. Diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan uang terkait sebuah perkara di PN Surabaya," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri ketika dimintai konfirmasi, Kamis (20/1/2022).

Para pihak yang terjaring OTT itu masih berstatus sebagai terperiksa. KPK memiliki 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka yang terjaring OTT.



Simak Video "4 Pegawai BPK Diduga Terima Suap Rp 1,9 M dari Bupati Bogor"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/iwd)