PN Surabaya Ngaku Belum Tahu Kasus yang Bikin Hakim dan Panitera Di-OTT KPK

Hilda Meilisa - detikJatim
Kamis, 20 Jan 2022 10:24 WIB
Pengadilan Negeri Surabaya
Pengadilan Negeri Surabaya (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya -

KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap hakim dan panitera Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Mereka diduga bertransaksi suap terkait perkara di pengadilan. Namun, PN Surabaya mengaku belum mengetahui pasti perkara apa yang menjerat hakimnya.

Humas Pengadilan Negeri Surabaya Martin Ginting mengatakan pihaknya masih kaget terkait penangkapan ini.

"Humas PN Surabaya membenarkan adanya penangkapan tersebut. Terkait perkaranya apa kita juga belum mengetahui karena semuanya masih kaget," kata Ginting kepada detikJatim di Surabaya, Kamis (20/1/2022).

Ginting mengatakan ruangan hakim tersebut telah disegel sejak Kamis pagi. Ruangan hakim berada di gedung PN Surabaya lantai 4.

"Saya tadi datang pukul 07.30 WIB, ruangan hakim di lantai 4 sudah disegel oleh KPK," kata Ginting.

"Yang saya tahu ruangan hakim di lantai 4 disegel. Itu saja," tambahnya.

Sebelumnya, KPK membenarkan penangkapan hakim, panitera dan seorang pengacara ini.

"Benar, 19 Januari 2022 KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di Surabaya Jawa Timur. Diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan uang terkait sebuah perkara di PN Surabaya," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri ketika dimintai konfirmasi, Kamis (20/1/2022).

Juru bicara Mahkamah Agung (MA) hakim agung Andi Samsan Nganro juga mengakui adanya OTT itu. Dia menyebutkan identitas hakim dan panitera yang diamankan KPK.

"Bahwa pagi tadi sekitar pukul 05.00-05.30 WIB, KPK datang ke kantor PN Surabaya dan di dalam mobilnya dilihat ada Saudara Itong Isnaeni Hidayat SH MH, hakim PN Surabaya. Begitu pula informasi yang diterima nama panitera pengganti bernama Hamdan SH juga diamankan," kata Andi Samsan.



Simak Video "4 Pegawai BPK Diduga Terima Suap Rp 1,9 M dari Bupati Bogor"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/iwd)