Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Sejarah dan Cara Memperingatinya

Fathir Rofi - detikJatim
Senin, 28 Sep 2026 18:30 WIB
Kampung Batik Laweyan Solo. Foto: Disbudpar Kota Surakarta
Surabaya -

Tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional setiap tahunnya. Penetapan ini tidak lepas dari pengakuan UNESCO terhadap batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2009.

Batik sendiri sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Motif, warna, hingga cara pembuatannya pun berkembang dengan ciri khas masing-masing daerah.

Sejarah Hari Batik Nasional

Melansir laman Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), upaya memperkenalkan batik Indonesia ke dunia internasional telah dilakukan sejak era Presiden Soeharto.

Batik kemudian diajukan untuk mendapatkan status sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO melalui kantor UNESCO di Jakarta pada 4 September 2008. Pengajuan tersebut secara resmi diterima pada 9 Januari 2009.

Setelah melalui proses penilaian, batik Indonesia akhirnya ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO pada 2 Oktober 2009. Pengakuan tersebut diberikan dalam sidang keempat Komite Antar-Pemerintah UNESCO yang berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 Tahun 2009. Keppres tersebut ditetapkan oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta pada 17 November 2009.

Dalam Keppres tersebut ditegaskan bahwa Hari Batik Nasional bukan merupakan hari libur. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengembangan batik Indonesia.

Setiap 2 Oktober, masyarakat pun diajak mengenakan batik sebagai bagian dari peringatan Hari Batik Nasional. Penggunaan batik diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kebanggaan terhadap batik sekaligus ikut mendukung pelestariannya.

Pengakuan UNESCO dan penetapan Hari Batik Nasional menjadi bagian penting dalam upaya menjaga batik sebagai warisan budaya Indonesia yang terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Asal-usul dan Ragam Motif Batik

Istilah batik sering dikaitkan dengan dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu amba yang berarti menulis, dan tik yang berarti titik. Dalam proses pembuatannya, motif batik digambar di atas kain menggunakan malam atau lilin. Setelah itu, kain melalui proses pewarnaan hingga menghasilkan motif dan warna tertentu.

Pada awal perkembangannya, batik banyak digunakan di lingkungan keraton. Kain batik saat itu dikenakan oleh keluarga kerajaan dan memiliki aturan tertentu, termasuk dalam pemilihan motif dan warna.

Salah satu motif yang dikenal memiliki aturan penggunaan di lingkungan keraton adalah Parang, yang memiliki makna keberanian dan kekuasaan. Pada saat itu, motif Parang hanya boleh dipakai oleh raja dan keturunannya, bukan oleh rakyat biasa.

Seiring berjalannya waktu, tradisi membatik berkembang ke luar keraton dan menyebar ke berbagai daerah. Dari perkembangan tersebut, muncul beragam jenis batik dengan ciri khas masing-masing.

Salah satunya adalah batik pedalaman seperti dari kawasan Solo dan Yogyakarta. Batik pedalaman cenderung masih terikat pada pakem keraton, memiliki makna filosofis, dan didominasi warna-warna yang lebih kalem.

Sementara itu, batik pesisir seperti dari Pekalongan dan Cirebon berkembang dengan pengaruh berbagai budaya dari luar. Karena itu, motif dan warna batik pesisir cenderung lebih beragam dan lebih bebas, serta berani menggunakan perpaduan warna-warna cerah.

Cara Memperingati Hari Batik Nasional

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperingati Hari Batik Nasional, mulai dari mengenakan batik, mengikuti kegiatan membatik, hingga mendukung perajin batik lokal. Berikut di antaranya.

  • Mengenakan batik pada 2 Oktober sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya bangsa.
  • Menyelenggarakan pameran batik, lokakarya membatik, atau lomba desain batik di sekolah dan masyarakat.
  • Membeli produk batik lokal menjadi salah satu cara untuk mendukung keberlangsungan industri dan perajin batik di berbagai daerah.
  • Mengenal teknik, motif, dan filosofi batik melalui workshop atau pembelajaran membatik.


Simak Video "Video: Cara Diaspora Indonesia di Tunisia Peringati Hari Batik Nasional "

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork