Kenali 14 Motif Batik Khas Jawa Timur dan Maknanya

Kenali 14 Motif Batik Khas Jawa Timur dan Maknanya

Myesha Fatina - detikJatim
Kamis, 01 Okt 2026 10:00 WIB
Peserta belajar membuat batik tulis motif bambu di Papring, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (21/6/2026). Pelatihan yang diikuti 25 peserta tersebut untuk meningkatkan keterampilan dan membuka peluang usaha sehingga dapat membantu peningkatan perekonomian sekaligus melestarikan budaya batik. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Peserta belajar membuat batik tulis motif bambu di Papring, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (21/6/2026).Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Surabaya -

Setiap tanggal 2 Oktober, Indonesia merayakan Hari Batik Nasional. Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang memiliki banyak motif khas batik, mulai dari Tuban, Madura, Pacitan, hingga Banyuwangi.

Batik di Jawa Timur disebut telah berkembang sejak abad ke-13. Madura dan Tuban bahkan menjadi daerah yang dikenal sebagai salah satu wilayah paling terkenal dalam pembuatan batik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Motif Batik Khas Jawa Timur

Salah satunya Batik Madura Tanjung Bumi yang disebut sebagai batik tertua dari abad ke-13. Lantas, apa saja motif batik khas Jawa Timur dan apa makna yang terkandung di dalamnya?

ADVERTISEMENT

1. Batik Tuban

Salah satu motif yang populer ada Lok Chan. Batik Tuban umumnya memiliki warna biru tua, merah, dan kuning. Selain Lok Chan, terdapat pula motif Macanan dan Guntingan. Motif batiknya mendapat banyak pengaruh dari budaya Tionghoa.

Pembuatan Batik Tuban memiliki keunikan. Kain yang digunakan dipintal langsung dari kapas dan proses penenunannya dapat memakan waktu sekitar dua bulan. Kain tersebut dikenal sebagai kain gedog karena suara yang dihasilkan bagian belakang kayu alat tenun ketika digunakan.

Batik Pacitan

Batik Pacitan dikenal pula sebagai Batik Lorok. Motif utamanya banyak mengambil inspirasi dari flora dan fauna.

Salah satunya yang populer adalah Pace Pacitan, yang menampilkan tanaman pace, ayam bekisar, ikan laut, kacang tanah, dan bunga matahari.

Motif Pace kemudian dikembangkan menjadi beberapa variasi, seperti Pace Ceplok, Pace Galaran, dan Pace Sido Luhur.

Batik Madura

Batik Madura menjadi salah satu batik yang dikenal memiliki sejarah panjang. Batik tulis Madura disebut telah ada sejak abad ke-16. Ciri khasnya terlihat dari penggunaan warna yang terang dan mencolok.

Beberapa motif Batik Madura yang populer antara lain, Sekarjagat, Daun Memba atau Daun Mojo, Gorek Basi, Keraben Sapeh, Kempeng Salarderih, dan Padih Kepa'i. Motifnya juga mendapat pengaruh dari batik Yogyakarta dan Solo.

Batik Tulungagung

Batik khas Tulungagung memiliki warna dominan hitam dan cokelat dengan corak yang umumnya berwarna kuning keemasan. Batik Tulungagung memiliki tiga ragam jenis, yaitu Batik Bangoan, Batik Majanan, dan Batik Kalangbret.

Batik Kediri

Batik Kediri mulai dirintis sekitar 30 tahun lalu. Beberapa motifnya antara lain Sawung Tunjung Tejamaya, Padma Loka Moksa, Jaranan atau Kuda Lumping, Gunung Kelud, Anak Gunung Kelud, Monumen Simpang, Mangga Podang, dan Nanas Podang.

Batik Gresik

Batik Gresik memiliki motif banyak mengambil ikon khas daerah. Salah satunya adalah Loh Bandeng, yang terinspirasi dari ikan bandeng sebagai salah satu ciri khas Gresik.

Selain Loh Bandeng, terdapat motif Rusa Bawean, Bakau, Sekar Pudak, Betoyo Guci, dan Mahkota Giri Kedaton.

Batik Lamongan

Batik Lamongan pertama kali muncul di Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran. Motif khasnya antara lain Burung Slempang, Bandeng Lele, Gapuro Tanjung Kodok, Kepiting, Kumbang serta tumbuh-tumbuhan dan bunga.

Batik Lamongan juga memiliki filosofi dari penggunaan tiga warna utama. Putih melambangkan alam kandungan, merah melambangkan alam dunia, sedangkan hitam merepresentasikan alam akhirat.

Batik Surabaya

Batik Surabaya dikenal dengan menggunakan teknik batik tulis dan batik cap. Beberapa motif khasnya adalah Kembang Semanggi, Sawunggaling, Cheng Ho, Ujung Galuh, dan Mangrove.

Hingga 2022, terdapat pula enam motif baru yang mulai digunakan, yaitu Sparkling, Kintir-kintiran, Abhi Boyo, Gembili Wonokromo, Kembang Bungur, dan Remo Surabayan.

Batik Jember

Batik Jember memiliki ciri khas dengan komoditas daerah, seperti tembakau, kakao, kopi, bambu, buah naga, burung, dan kupu-kupu.

Salah satu yang sering ditemukan adalah motif tembakau. Daun tembakau digoreskan di atas kain katun menggunakan canting dan dibentuk dengan konsep bebas-kontemporer.

Batik Bojonegoro

Beberapa motif khasnya adalah Sekar Jati, Rancak Thengul, Mliwis Mukti, Sata Gondo Wangi, Pari Sumilak, Parang Lembu Sekar Rinambat, Perang Dahono Munggal, Gatra Rinonce, Belimbing Lining Lima, Pelem-pelem Sumilar, Woh Roning Pisang, dan Surya Salak Kartika.

Batik Magetan

Dua motif Batik Magetan yang terkenal adalah Pring Sedapur dan Sidomukti.

Motif Pring Sedapur menampilkan pola pohon bambu yang memanjang, yang mengandung filosofi tentang keharmonisan hidup.

Sementara itu, motif Sidomukti memberikan kesan tenang dan formal sehingga sering dianggap sesuai dikenakan dalam acara resmi.

Batik Probolinggo

Batik Probolinggo merupakan bagian dari batik Pandalungan yang mendapat pengaruh dari daerah sekitar di kawasan Tapal Kuda, termasuk Pasuruan dan Situbondo. Motifnya menggambarkan kekayaan lokal, seperti cerita rakyat, tradisi, kesenian, dan sumber daya alam.

Batik Sidoarjo

Batik Sidoarjo memiliki beragam motif yang umumnya didominasi gambar flora dan fauna. Salah satu motif yang terkenal adalah motif merak. Makna dari motif ini adalah kekuatan dan ketangguhan, sekaligus keanggunan.

Batik Banyuwangi

Terdapat 21 motif batik Banyuwangi yang telah diakui secara nasional, beberapa di antaranya Gajah Oling, Alas Kobong, Kangkung Setingkes dan Kopi Pecah.



(irb/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads