Pemugaran Candi Jago Malang Masuk Tahap 2

Muhammad Aminudin - detikJatim
Minggu, 06 Sep 2026 09:00 WIB
Proses pemugaran Candi Jago masih berlangsung (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Proses pemugaran Candi Jago di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, terus berjalan. Saat ini pemugaran sudah menyentuh tahap dua, yakni menyentuh bagian tubuh dari candi peninggalan Kerajaan Singhasari abad ke-13 itu.

Pantauan di lapangan, Sabtu (5/9/2026), sejumlah pekerja terlihat sibuk menata kembali susunan candi yang rusak dengan batu andesit baru.

Batu-batu andesit pengganti secara khusus dipesan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur dari wilayah Jogjakarta dan Tulungagung.

Batu berbentuk persegi memiliki ketebalan 23 centimeter dan 24 centimeter ditatap dengan rapi menyerupai struktur awal candi.

"Ini sudah tahap kedua, tahun ini ditargetkan selesai," kata salah satu pekerja ditemui di lokasi.

Pemugaran Candi Jago sudah diawali sejak tahun 2025 kemarin, dengan merombak bagian kaki candi. Dengan melibatkan unit pemasangan, pembongkaran, finishing melalui pendekatan konservasi berbasis penelitian.

Candi Jago sendiri memiliki panjang 24 meter dengan lebar 14 meter. Sementara tinggi candi yang tersisa adalah 10,5 meter. Candi berdiri menjadi tiga bagian, yaitu bagian kaki candi, tubuh serta cungkup atau atap candi.

Pahatan sekaligus naratif dari relief candi disebut memiliki keunikan tersendiri dibandingkan peninggalan candi lainnya di wilayah Malang Raya.

Relief-relief itu menampilkan berbagai kisah, mulai dari cerita Tantri dan Kunjarakarna, hingga adegan-adegan moral dan kosmologis yang diukir dengan detail menakjubkan.

Candi Jago ditemukan Belanda pada tahun 1834, ketika kondisinya sudah rusak akibat akar pohon beringin besar di sekitarnya. Keberadaan pohon tersebut diduga sengaja ditanam sebagai penanda sekaligus pelindung candi.

Sebelumnya, Candi Jago sudah pernah mengalami pemugaran yakni di tahun 1890 dan tahun 1908.

Saat pemugaran awal berlangsung tahun 2025 kemarin, para pekerja menemukan susunan bata yang berbeda dan tersusun rapi pada bagian depan barat candi, sekitar beberapa meter dari badan utama.

Para arkeolog menduga struktur bata ini merupakan bagian dari fase pembangunan atau penambahan pada era Majapahit, yang menunjukkan kompleks situs itu mengalami fase pemanfaatan dan modifikasi berulang sehingga mencerminkan dinamika kekuasan dan ritual dari Singosari ke Majapahit.



Simak Video "Video: Kepingan Emas Ditemukan Saat Pemugaran Candi Losari"

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork