Mengenal Malam Cocogen di Bangkalan, Tradisi Maulid Nabi Warga Madura

Irma Budiarti - detikJatim
Senin, 24 Agu 2026 13:15 WIB
Ilustrasi Malam Cocogen tradisi Maulid Nabi di Bangkalan. Foto: Gemini AI
Bangkalan -

Bulan Rabiul Awal menjadi salah satu bulan yang istimewa bagi umat Islam karena bertepatan dengan momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW. Masyarakat di berbagai daerah memiliki tradisi masing-masing untuk menyambut bulan Maulid, termasuk warga Madura di Kabupaten Bangkalan.

Salah satu tradisi yang masih dijalankan masyarakat Bangkalan adalah Malam Cocogen. Tradisi ini menjadi bentuk sukacita dalam menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi momentum berkumpul dan mempererat silaturahmi antarwarga.

Apa Itu Malam Cocogen?

Cocogen merupakan istilah yang bermakna cocokan atau mencocokkan. Dalam tradisi masyarakat Madura, istilah tersebut berkaitan dengan kebiasaan mencocokkan apakah pada malam tertentu sudah memasuki awal bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Malam Cocogen umumnya dilaksanakan pada awal bulan Rabiul Awal, khususnya malam 1 Rabiul Awal. Masyarakat berkumpul di masjid atau musala untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan sekaligus menyambut datangnya bulan Maulid.

Melansir NU Online, tradisi Malam Cocogen di Bangkalan rutin dilaksanakan pada awal Rabiul Awal dan salah satu pelaksanaannya berlangsung di Masjid Syaikhona Kholil Bangkalan. Tradisi tersebut dihadiri masyarakat dan dimeriahkan lantunan sholawat dari hadrah Ishari.

Rangkaian Tradisi Malam Cocogen

Malam Cocogen tidak hanya diisi dengan pembagian buah. Ada sejumlah kegiatan keagamaan dan kebersamaan yang menjadi bagian dari tradisi Malam Cocogen menyambut Maulid Nabi di Bangkalan dilansir dari Instagram Kominfo Bangkalan sebagai berikut.

1. Pembacaan Doa dan Sholawat

Kegiatan diawali dengan berkumpulnya warga untuk membaca doa dan sholawat bersama. Sejumlah bacaan keagamaan seperti Syaroful Anam dan Ratib Syaikhona Kholil juga menjadi bagian dari rangkaian acara. Lantunan sholawat semakin meriah dengan kehadiran kelompok hadrah Ishari yang mengiringi menggunakan rebana.

2. Mantenan, Susunan Buah dalam Tradisi Cocogen

Salah satu hal yang paling menarik dari Malam Cocogen adalah keberadaan mantenan. Mantenan berupa buah-buahan yang dihias dan disusun sedemikian rupa hingga menyerupai bentuk gunungan. Buah-buahan tersebut berasal dari sumbangan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, susunan buah dapat dibuat menjulang tinggi dan menjadi pusat perhatian warga yang berkumpul. Setelah rangkaian doa dan sholawat selesai, buah-buahan tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat.

3. Perebutan Buah

Pembagian buah menjadi bagian yang paling ditunggu, terutama oleh anak-anak. Buah yang telah didoakan kemudian diperebutkan sebagai simbol kebersamaan dan kegembiraan.

Bagi masyarakat, buah dalam tradisi ini juga dipercaya membawa keberkahan. Karena itu, kegiatan tersebut bukan sekadar berebut makanan, tetapi menjadi bagian dari suasana sukacita dalam menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Makna Tradisi Malam Cocogen

Malam Cocogen memiliki sejumlah makna yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Bangkalan. Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk sukacita dalam menyambut bulan Maulid Nabi, tetapi menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarwarga.

1. Memuliakan Bulan Kelahiran Nabi

Tradisi ini menjadi salah satu bentuk kecintaan dan penghormatan masyarakat kepada Nabi Muhammad SAW. Pembacaan sholawat dan doa dilakukan untuk menyambut bulan Rabiul Awal dengan suasana penuh sukacita.

2. Mempererat Silaturahmi

Malam Cocogen juga menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul. Masyarakat datang membawa atau menyumbangkan buah, mengikuti doa bersama, kemudian duduk dan menikmati suasana kebersamaan. Tradisi Cocogen tidak hanya memiliki nilai keagamaan, tetapi memperkuat hubungan sosial antarwarga.

3. Mengenalkan Tradisi kepada Generasi Muda

Keterlibatan anak-anak dalam kegiatan, terutama saat pembagian buah, menjadi salah satu cara mengenalkan tradisi tersebut kepada generasi berikutnya. Malam Cocogen menjadi sarana pendidikan budaya agar generasi muda mengenal tradisi Islam yang telah berkembang dan mengakar di lingkungan masyarakat Madura.

4. Berbagi dan Mencari Keberkahan

Buah-buahan yang dikumpulkan dari warga dibagikan kembali. Kegiatan tersebut mencerminkan semangat berbagi sekaligus keyakinan masyarakat terhadap keberkahan dalam momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Dengan demikian, Malam Cocogen di Bangkalan bukan sekadar perayaan menyambut Rabiul Awal. Tradisi ini memadukan kegiatan keagamaan, kebersamaan, berbagi, serta pelestarian budaya masyarakat Madura.



Simak Video "Menambah Volume Kasur Pasir dengan Kebersamaan Warga di Madura"

(irb/hil)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork