- Apa Itu Tradisi Ancak Agung?
- Tradisi Ancak Agung Saat Maulid Nabi
- Makna Tradisi Ancak Agung
- Fakta-fakta Tradisi Ancak Agung di Situbondo 1. Tradisi PeringatanΒ Maulid Nabi 2. Menjadi Agenda Resmi Sejak 2011 3. Ancak Berisi Hasil Bumi 4. Hasil Bumi kemudian dibagikan atau diperebutkan 5. Mengandung Simbol Syukur dan Kebersamaan
Setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat Situbondo memiliki tradisi khas yang dikenal dengan Ancak Agung. Tradisi ini ditandai dengan pembuatan ancak yang dihias menggunakan berbagai hasil bumi dan makanan.
Ancak tersebut kemudian dibawa dalam iring-iringan atau kirab dan menjadi bagian dari perayaan Maulid Nabi di Situbondo. Tradisi ini juga menjadi salah satu bentuk kebersamaan masyarakat dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Apa Itu Tradisi Ancak Agung?
Melansir Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist STIQ Walisongo Situbondo berjudul "Maulid Nabi Antara Islam dan Tradisi" yang ditulis Nahdiyah dan Saiffuddin, Ancak Agung merupakan tradisi masyarakat Situbondo dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ancak dibuat dari berbagai hasil bumi dan makanan yang disusun serta dihias sedemikian rupa. Hasil bumi yang digunakan antara lain pisang, wortel, kelapa, singkong dan berbagai jenis buah-buahan. Bentuk ancak bisa beragam, mulai dari ukuran kecil hingga besar.
Selain hasil bumi, dalam perkembangannya ancak juga dapat dihias dengan berbagai makanan dan perlengkapan lainnya. Semuanya disusun atau ditempelkan sehingga membentuk ancak yang menarik untuk diarak.
Tradisi Ancak Agung Saat Maulid Nabi
Tradisi Ancak Agung menjadi salah satu cara masyarakat Situbondo memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini ditandai dengan pembuatan ancak yang dihias menggunakan berbagai hasil bumi.
Dalam pelaksanaannya, warga dari berbagai desa membawa ancak untuk diarak dalam kirab. Beragam bentuk dan ukuran ancak membuat iring-iringan ini menjadi salah satu bagian yang menarik dalam perayaan Maulid Nabi di Situbondo.
Ancak kemudian diarak menuju pusat kota. Dalam salah satu pelaksanaan, iring-iringan ancak bergerak dari Jalan PB Sudirman menuju Alun-alun Situbondo.
Setibanya di lokasi, masyarakat mengikuti pembacaan sholawat bersama. Kirab tersebut juga menjadi tontonan bagi warga yang ingin melihat berbagai ancak hasil kreasi masyarakat.
Makna Tradisi Ancak Agung
Tradisi Ancak Agung tidak hanya menjadi bagian dari budaya masyarakat Situbondo. Tradisi ini juga memiliki nilai keagamaan karena dilakukan untuk memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam jurnal UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berjudul "Tradisi Ancak Agung dalam Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW" yang ditulis Nurul Khofifatul Molika, Ancak Agung disebut sebagai bentuk kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus wujud kecintaan kepada Nabi.
Tradisi ini juga dikaitkan dengan rasa syukur atas karunia Allah SWT. Karena itu, pelaksanaan Ancak Agung menjadi perpaduan antara kegiatan keagamaan dan tradisi masyarakat yang terus dilestarikan di Situbondo.
Fakta-fakta Tradisi Ancak Agung di Situbondo
Tradisi Ancak Agung merupakan salah satu tradisi khas masyarakat Situbondo yang dikemas dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan infografik yang kamu kirim dan beberapa sumber pendukung, berikut fakta-faktanya dilansir Instagram Dispendikbud Situbondo.
1. Tradisi Peringatan Maulid Nabi
Tradisi Ancak Agung diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan masyarakat kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus ungkapan syukur kepada Allah SWT.
Tradisi ini tidak hanya menjadi kegiatan budaya, tetapi juga mengandung nilai takzim kepada Nabi Muhammad SAW, kegembiraan menyambut kelahiran Nabi, dan kecintaan kepada Rasulullah.
2. Menjadi Agenda Resmi Sejak 2011
Tradisi ini mulai difasilitasi dan dijadikan agenda tahunan oleh Pemerintah Kabupaten Situbondo pada 2011, dengan melibatkan masyarakat secara luas. Namun, praktik membawa ancak dalam perayaan Maulid disebut sudah dikenal di masyarakat sebelum menjadi agenda pemerintah.
3. Ancak Berisi Hasil Bumi
Ancak dihias dengan berbagai hasil bumi, seperti pisang, kelapa, singkong, wortel, sayuran, buah-buahan, serta makanan atau tumpeng. Bentuknya dibuat beragam, bahkan ada yang berukuran sangat besar.
Ancak-ancak tersebut dibawa secara beramai-ramai dalam kirab menuju lokasi acara. Dalam pelaksanaannya, kirab dapat disertai shalawat, hadrah, rebana, dan berbagai bentuk kesenian atau kreasi masyarakat.
4. Hasil Bumi kemudian dibagikan atau diperebutkan
Setelah sampai di lokasi, isi ancak biasanya menjadi rebutan masyarakat. Hal ini dimaknai sebagai berbagi hasil bumi sekaligus memperoleh keberkahan dari kegiatan Maulid.
5. Mengandung Simbol Syukur dan Kebersamaan
Hasil bumi yang dikumpulkan dan dihias melambangkan rasa syukur atas rezeki serta menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat. Pemerintah daerah juga memandangnya sebagai upaya melestarikan budaya lokal sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Ancak Agung telah berkembang menjadi salah satu tradisi yang dikenal dalam perayaan Maulid Nabi di Situbondo. Bentuk ancak dan isi yang digunakan dapat berkembang mengikuti kreativitas masyarakat.
Meski demikian, inti tradisinya tetap berkaitan dengan peringatan Maulid Nabi, kebersamaan masyarakat dan rasa syukur. Karena itu, Ancak Agung menjadi salah satu tradisi yang membuat perayaan Maulid Nabi di Situbondo memiliki ciri khas tersendiri.
