Tradisi Unik 17 Agustus yang Masih Bertahan di Jawa Timur

Irma Budiarti - detikJatim
Kamis, 30 Jul 2026 23:00 WIB
Ilustrasi perayaan HUT RI 17 Agustus. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) identik dengan upacara bendera, aneka lomba, hingga pemasangan bendera merah putih di setiap sudut kampung.

Namun, di sejumlah daerah di Jawa Timur, semarak 17 Agustus juga diwarnai tradisi khas yang telah diwariskan turun-temurun dan masih dipertahankan hingga sekarang.

Tradisi tersebut bukan sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan menjadi cara masyarakat mengenang perjuangan para pahlawan, mempererat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong.

Mulai dari tradisi barikan, tirakatan, hingga tidur bersama di tenda, setiap daerah memiliki cara unik dalam memaknai kemerdekaan Indonesia. Yuk, simak sederet tradisi unik perayaan 17 Agustus di Jawa Timur.

Tradisi Unik 17 Agustus yang Masih Bertahan di Jawa Timur

Selain upacara dan lomba, perayaan HUT Kemerdekaan RI di Jawa Timur juga diwarnai berbagai tradisi yang masih dilestarikan hingga kini. Tradisi-tradisi ini menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, sekaligus penghormatan kepada para pahlawan.

1. Barikan, Tradisi Syukuran Bersama pada Malam Kemerdekaan

Salah satu tradisi yang masih dijumpai di berbagai daerah di Jawa Timur adalah Barikan. Tradisi ini umumnya digelar pada malam 16 Agustus sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus doa agar bangsa tetap diberi keberkahan.

Istilah Barikan diyakini berasal dari kata Arab "barakah" atau "barik" yang bermakna berkah. Ada pula yang mengaitkannya dengan istilah dalam bahasa Jawa Kuno yang berarti berjajar atau berbaris, menggambarkan warga yang duduk bersama dalam satu barisan.

Prosesi barikan biasanya dilakukan di jalan kampung, perempatan, atau balai warga. Masing-masing keluarga membawa makanan, seperti nasi, lauk-pauk, jajanan tradisional, buah, maupun kue untuk kemudian dikumpulkan dan disantap bersama.

Sebelum makan bersama, masyarakat umumnya menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar Indonesia tetap aman, damai, dan sejahtera.

Tradisi Barikan di Jawa Timur menjadi simbol bahwa kemerdekaan dirayakan bukan hanya melalui kemeriahan, tetapi juga lewat rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga.

2. Tirakatan, Malam Renungan untuk Mengenang Jasa Pahlawan

Tradisi lain yang sangat lekat dengan peringatan 17 Agustus adalah tirakatan. Tradisi ini masih banyak dijumpai di berbagai wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya dan sejumlah daerah lainnya.

Berbeda dengan barikan yang lebih menonjolkan unsur syukuran, tirakatan lebih menitikberatkan pada refleksi dan penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan. Rangkaian acaranya biasanya diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan.

Kemudian pembacaan doa, mengheningkan cipta, pembacaan puisi atau sajak perjuangan, hingga sambutan tokoh masyarakat mengenai makna kemerdekaan. Setelah seluruh rangkaian selesai, acara ditutup dengan makan bersama sebagai simbol persatuan dan rasa syukur.

Melalui tirakatan, masyarakat diajak mengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini diperoleh melalui pengorbanan besar para pahlawan sehingga perlu dijaga dengan memperkuat persatuan dan semangat gotong royong.

3. Tidur di Tenda, Tradisi Unik Warga Mojokerto

Selain Barikan dan Tirakatan, terdapat tradisi yang cukup unik dan tidak banyak ditemui di daerah lain, yakni tidur bersama di tenda yang dilakukan oleh sebagian warga di Mojokerto.

Tradisi ini telah berlangsung sejak sekitar tahun 2001 dan biasanya dilaksanakan pada malam menjelang atau bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Warga mendirikan tenda di lingkungan kampung, kemudian bermalam bersama sambil mengikuti berbagai kegiatan seperti permainan, pentas sederhana, diskusi, hingga makan bersama.

Tradisi tersebut lahir sebagai upaya menghidupkan kembali budaya guyub dan gotong royong di tengah kehidupan masyarakat yang semakin individualistis.

Dengan bermalam bersama, warga yang sehari-hari sibuk bekerja memiliki kesempatan untuk saling mengenal, mempererat silaturahmi, dan membangun kebersamaan antargenerasi. Hingga kini, tradisi tersebut masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat di Mojokerto sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan.

Setiap daerah memiliki cara berbeda dalam memaknai Kemerdekaan Indonesia. Di Jawa Timur, tradisi seperti barikan, tirakatan, hingga tidur di tenda menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kemeriahan perayaan, tetapi lewat kebersamaan dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan.

Jika berencana merayakan 17 Agustus di Jawa Timur, tidak ada salahnya menyaksikan langsung tradisi-tradisi tersebut untuk merasakan suasana peringatan kemerdekaan yang hangat, penuh nilai budaya, dan masih lestari hingga sekarang.



Simak Video " Menikmati Makan Malam Lezat di Restoran Hotel Mewah Surabaya "

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork