Sedang mencari agenda wisata budaya di Jawa Timur tahun 2026? Ponorogo bisa menjadi salah satu destinasi yang patut masuk dalam daftar perjalanan detikers. Tidak hanya dikenal sebagai tanah kelahiran Reog, kabupaten ini juga memiliki berbagai tradisi budaya, religi, hingga festival kreatif yang digelar hampir sepanjang tahun.
Melalui kalender event resmi yang dipublikasikan melalui akun Instagram @ponorogo.tourism milik Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Disbudparpora Ponorogo, terdapat 10 agenda unggulan yang akan meramaikan tahun 2026.
Mulai dari Festival Reog Nasional, Larungan Telaga Ngebel, hingga Bumi Reog Berdzikir, seluruh acara tersebut menjadi daya tarik wisata sekaligus cerminan identitas budaya masyarakat Ponorogo.
Mengapa Kalender Event Ponorogo 2026
Ponorogo selama ini identik dengan seni Reog yang telah dikenal hingga mancanegara. Namun, daya tarik daerah ini tidak hanya berhenti pada pertunjukan budaya tersebut.
Setiap tahun, pemerintah daerah bersama masyarakat menyelenggarakan berbagai agenda yang memadukan unsur budaya, sejarah, religi, ekonomi kreatif, hingga hiburan rakyat. Karena berlangsung di waktu yang berbeda-beda, wisatawan memiliki banyak pilihan untuk menyesuaikan jadwal kunjungan sepanjang tahun.
Kalender event 2026 juga menunjukkan bagaimana tradisi lokal tetap dipertahankan sekaligus dikemas menjadi atraksi wisata yang menarik bagi generasi muda maupun wisatawan luar daerah.
Daftar Top 10 Kalender Event Ponorogo
Berikut deretan event di Ponorogo yang berlangsung sepanjang tahun 2026
1. Haul Kyai Ageng Muhammad Besar (Mei)
Rangkaian kalender event Ponorogo dibuka dengan Haul Kyai Ageng Muhammad Besar yang digelar di kawasan Masjid Agung Jami Tegalsari, Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis.
Kegiatan ini berisi ziarah makam, doa bersama, pembacaan tahlil, serta pengajian akbar yang dihadiri jamaah dari berbagai daerah. Selain menjadi agenda keagamaan, acara ini juga memperkuat posisi Tegalsari sebagai salah satu tujuan wisata religi bersejarah di Ponorogo.
2. Ponorogo Creative Festival (Mei)
Masih pada bulan Mei, Aloon-aloon Ponorogo akan menjadi pusat kegiatan Ponorogo Creative Festival.
Festival ini menghadirkan pelaku UMKM, komunitas kreatif, seniman, dan anak muda melalui berbagai kegiatan seperti bazar produk lokal, pameran seni, pertunjukan musik, fashion show, hingga instalasi kreatif yang dapat dinikmati masyarakat.
3. Festival Reog Remaja XXII (7-10 Juni)
Festival Reog Remaja menjadi ajang regenerasi seniman Reog di Ponorogo.
Berlokasi di panggung utama Aloon-aloon Ponorogo, kompetisi ini mempertemukan kelompok Reog pelajar dan remaja yang akan menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam aspek tari, musik pengiring, kostum, hingga kekompakan pertunjukan.
4. Festival Reog Dewasa XXXI (11-14 Juni)
Setelah kategori remaja, panggung budaya berlanjut dengan Festival Reog Dewasa XXXI.
Ajang ini menjadi salah satu acara paling dinantikan karena menghadirkan grup Reog terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Pertunjukan kolosal yang spektakuler menjadikan festival ini sebagai magnet wisata budaya terbesar di Ponorogo setiap tahunnya.
5. Kirab Pusaka Lintas Sejarah (15 Juni)
Kirab Pusaka Lintas Sejarah menjadi agenda yang sarat nilai historis.
Prosesi dimulai dari kawasan Makam Bathoro Katong dan bergerak menuju pusat kota Ponorogo. Dalam kirab ini, masyarakat dapat menyaksikan arak-arakan pusaka, busana adat, serta berbagai kesenian tradisional yang menggambarkan perjalanan sejarah berdirinya Kabupaten Ponorogo.
6. Larungan Telaga Ngebel (15-16 Juni)
Larungan Telaga Ngebel merupakan salah satu tradisi paling terkenal di Ponorogo.
Bertempat di kawasan wisata Telaga Ngebel, ritual ini dilakukan dengan melarung sesaji ke tengah telaga sebagai bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas hasil bumi dan kelimpahan alam. Selain prosesi adat, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan seni dan wisata kuliner khas daerah.
7. Grebeg Tutup Suro (Juli)
Pada bulan Juli, masyarakat Ponorogo menggelar Grebeg Tutup Suro di kawasan Monumen Bantarangin, Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman.
Tradisi ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan bulan Suro melalui kirab budaya, gunungan hasil bumi, serta pertunjukan seni rakyat yang melibatkan masyarakat secara langsung.
8. Hari Jadi Kabupaten Ponorogo (11 Agustus)
Perayaan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo selalu menjadi agenda besar yang ditunggu masyarakat.
Berbagai kegiatan seperti upacara adat, pawai budaya, pertunjukan seni, hingga hiburan rakyat digelar untuk memperingati perjalanan panjang sejarah daerah yang dikenal sebagai Bumi Reog tersebut.
9. Pajak Extravaganza (Desember)
Menjelang akhir tahun, Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengadakan Pajak Extravaganza di Aloon-aloon Ponorogo.
Acara ini menjadi bentuk apresiasi kepada wajib pajak sekaligus sarana edukasi publik. Berbagai kegiatan seperti jalan sehat, layanan publik terpadu, hiburan musik, hingga pembagian hadiah biasanya menjadi bagian dari rangkaian acara.
10. Bumi Reog Berdzikir (Desember)
Kalender event Ponorogo 2026 ditutup dengan kegiatan Bumi Reog Berdzikir.
Ribuan jamaah berkumpul di Aloon-aloon Ponorogo untuk mengikuti dzikir, salawat, dan doa bersama. Selain menjadi agenda spiritual, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi dan harapan menyambut tahun yang baru.
Kapan Waktu Terbaik Berkunjung ke Ponorogo?
Jika ingin merasakan atmosfer budaya yang paling meriah, bulan Juni menjadi waktu yang paling direkomendasikan. Dalam periode tersebut, wisatawan dapat menyaksikan Festival Reog Remaja, Festival Reog Dewasa, Kirab Pusaka Lintas Sejarah, hingga Larungan Telaga Ngebel dalam waktu yang berdekatan.
Sementara itu, bagi pencinta wisata religi, bulan Mei dan Desember menawarkan pengalaman berbeda melalui Haul Kyai Ageng Muhammad Besar serta Bumi Reog Berdzikir.
Jika berencana berlibur pada 2026, jangan lupa menyesuaikan jadwal perjalanan dengan kalender event tersebut agar bisa merasakan langsung kemeriahan budaya khas Bumi Reog yang menjadi kebanggaan masyarakat Ponorogo.
Artikel ini ditulis Fadya Majida Az-Zahra, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.
Simak Video "Video: Melihat Penampilan Reog Ponorogo, Warnai Liburan HUT RI di TMII"
(ihc/hil)