31 Grup Reog Siap Adu Atraksi di Grebeg Suro 2026 Ponorogo

31 Grup Reog Siap Adu Atraksi di Grebeg Suro 2026 Ponorogo

Charolin Pebrianti - detikJatim
Kamis, 04 Jun 2026 13:15 WIB
Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Sugiarto
Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Sugiarto/Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim
Ponorogo -

Hitungan hari menuju pembukaan Grebeg Suro 2026, Pemerintah Kabupaten Ponorogo memastikan seluruh persiapan pelaksanaan pesta budaya terbesar di Kota Reog telah memasuki tahap akhir. Event yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) itu bakal resmi dimulai pada 6 Juni.

Tahun ini, sebanyak 31 grup reog dari berbagai daerah dipastikan meramaikan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI. Selain itu, Festival Reog Remaja (FRR) XXII juga kembali digelar sebagai wadah regenerasi seniman reog muda.

Sekretaris Daerah Ponorogo, Agus Sugiarto mengatakan, seremoni pembukaan akan dipusatkan di Alun-alun Ponorogo yang selama ini menjadi titik utama berbagai kegiatan Grebeg Suro.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembukaan Grebeg Suro akan dilaksanakan di panggung utama Alun-alun Ponorogo pada 6 Juni mendatang," ujar Agus, Kamis (4/6/2026).

ADVERTISEMENT

Setelah pembukaan, panggung kompetisi langsung bergulir. Festival Reog Remaja dijadwalkan berlangsung pada 7-10 Juni 2026, disusul Festival Nasional Reog Ponorogo pada 11-14 Juni 2026.

"Untuk FRR dilaksanakan tanggal 7 sampai 10 Juni. Kemudian FNRP berlangsung pada 11 hingga 14 Juni," katanya.

Puncak kegiatan akan digelar pada 15 Juni melalui malam penutupan yang sekaligus menjadi momentum pengumuman para juara dari kedua festival tersebut.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Grebeg Suro juga diharapkan mampu mendongkrak perputaran ekonomi masyarakat.

Ribuan pengunjung yang datang setiap tahun dinilai memberi dampak positif bagi pelaku usaha lokal, mulai pedagang kaki lima hingga sektor jasa dan perhotelan.

"Kami berharap pelaksanaan FNRP dan FRR dapat berjalan sukses serta berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat," ungkap Agus.

Untuk menyokong pelaksanaan agenda budaya tahunan tersebut, Pemkab Ponorogo menganggarkan dana sekitar Rp 500 juta melalui APBD. Namun demikian, pembiayaan kegiatan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.

"Anggaran yang dialokasikan dari APBD sekitar Rp 500 juta," jelasnya.

Menurut Agus, keterlibatan sponsor dan pihak ketiga tetap menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Grebeg Suro agar pelaksanaan acara semakin meriah dan berdampak luas.

"Kami tetap mengedepankan dukungan dari pihak ketiga untuk bersama-sama menyukseskan Grebeg Suro," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads