Larung Sesaji Kali Baduk, Wujud Syukur Pedagang Nganjuk

Larung Sesaji Kali Baduk, Wujud Syukur Pedagang Nganjuk

Bakrie - detikJatim
Rabu, 15 Apr 2026 14:15 WIB
Larung sesaji para pedagang kuliner di Kali Baduk Nganjuk
Larung sesaji para pedagang kuliner di Kali Baduk Nganjuk/Foto: Bakrie/detikJatim
Nganjuk -

Puluhan pedagang di sentra kuliner ikan Kali Baduk, Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk menggelar ritual larung sesaji di Dam Baduk Sungai Kedungsuko. Tradisi tahunan itu menjadi wujud rasa syukur dan harapan akan keberkahan usaha mereka.

Tahun ini, Larung sesaji dilaksanakan pada Selasa (14/4/2026) pagi. Ritual diawali dengan doa bersama di lokasi para pedagang berjualan. Selanjutnya, mereka berbaris membawa berbagai sesaji menuju sungai untuk dilarung.

Sesaji yang disiapkan antara lain nasi buceng, jajanan pasar, ayam panggang Jawa (ingkung), pisang raja, hingga kembang setaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Larung sesaji para pedagang kuliner di Kali Baduk NganjukLarung sesaji para pedagang kuliner di Kali Baduk Nganjuk Foto: Bakrie/detikJatim

Prosesi larung dipimpin Ketua Paguyuban Pedagang Kuliner Kali Baduk, Pujianto. Sesaji diletakkan di atas rakitan batang pohon pisang agar dapat terbawa arus Sungai Baduk. Dupa turut dinyalakan sebagai pengantar sebelum sesaji dihanyutkan.

ADVERTISEMENT

Pujianto mengatakan, tradisi larung sesaji bukan sekadar ritual tahunan, melainkan penanda awal berdirinya kawasan kuliner Kali Baduk. Sejak pertama kali digelar pada 2004, kegiatan ini terus dilestarikan para pedagang.

"Larung sesaji ini sebagai pengingat awal mula dibukanya kuliner Baduk sekaligus bentuk syukur kepada Tuhan. Kami berharap tradisi ini tidak pernah hilang," ujar Pujianto.

Sebagian warga yang tinggal di bantaran Sungai Kedungsuko juga turut hadir dan meyakini larung sesaji memiliki nilai spiritual.

Selain mempererat kebersamaan, lanjut Pujianto, tradisi ini dipercaya dapat memberi perlindungan dari musibah. Serta, membawa hasil tangkapan ikan dan rezeki berdagang yang melimpah.

"Pada 2026 ini, ritual larung sesaji telah memasuki tahun ke-18 pelaksanaannya, dan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan para pedagang kuliner Kali Baduk," tandas ujianto.

Untuk diketahui, sentra kuliner dan Pasar Ikan Baduk berdiri sejak 2004 di era Bupati Nganjuk Sutrisno.

Di lokasi ini berjejer warung yang menyajikan beragam menu ikan segar, mulai dari wader, nila, lele, udang, hingga belut goreng. Pengunjung juga dapat membeli ikan hidup untuk dimasak di rumah.



(ihc/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads