Sambut Malam Songo, Warga di Bojonegoro Gelar Tradisi Colok-Colokan

Sambut Malam Songo, Warga di Bojonegoro Gelar Tradisi Colok-Colokan

Ainur Rofiq - detikJatim
Rabu, 18 Mar 2026 23:15 WIB
Tradisi Cook-colokan Bojonegoro sambut malam ke-29 Ramadan
Tradisi Cook-colokan Bojonegoro sambut malam ke-29 Ramadan (Foto: Ainur Rofiq/detikJatim)
Bojonegoro -

Memasuki penghujung bulan suci Ramadan, atau malam ke-29 atau yang akrab disapa malam songo, suasana di berbagai pelosok desa di wilayah Bojonegoro mulai berhias sinar lampu. Tradisi ini disebut Tradisi Colok-Colokan.

Salah satunya di Desa Jatigede Kecamatan Sumberrejo. Pemukiman warga di gang makam Sedeng Kelurahan Kepatihan, Kota Bojonegoro dan desa Kedungbondo Balen tampak telah dihiasi penuh lampu.

Sinar cahaya dari lampu colok colok yang terbuat dari obor bambu mulai menghiasi depan rumah warga dan sepanjang jalan perkampungan, menciptakan pemandangan syahdu dan religius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tradisi colok colok ini bukan sekadar penerangan jalan biasa. Bagi warga setempat menyalakan obor di malam ganjil terakhir Ramadan merupakan simbol harapan untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

ADVERTISEMENT

"Colok colok Ini sudah tradisi turun-temurun dari simbah simbah dulu. Ngobori jalan untuk menyambut malaikat dan sebagai bentuk syukur karena sebentar lagi menang melawan hawa nafsu," ujar Lastari, kades Jatigede. Rabu (18/3/2026).

Tak hanya di depan rumah, di beberapa titik, warga juga memasang lampu colok di area pemakaman keluarga. Hal ini dipercaya sebagai bentuk doa agar arwah para leluhur turut mendapatkan kemuliaan di penghujung bulan suci.

Nampak warga baik anak anak hingga emak emak nampak antusias menyalakan obor sepanjang jalan pemukiman mereka.

Sementara itu, Yuni salah satu warga Kedungbondo menuturkan tradisi colok colok sudah dilakukan oleh orang tuanya hingga turun ke anak anaknya setiap malam songo nyalakan obor yang di pasang pada setiap sudut rumahnya.

"Kalau aku masang colok colok pada setiap sudut rumah dan depan rumah. Katanya dipercaya buat menerangi keluarga yang sudah meninggal akan pulang disaat malam hari raya." ujar Yuni.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads