Tumpeng Tempe Raksasa Warnai Ruwat Desa Jelang Ramadan di Sidoarjo

Tumpeng Tempe Raksasa Warnai Ruwat Desa Jelang Ramadan di Sidoarjo

Suparno - detikJatim
Minggu, 01 Feb 2026 11:40 WIB
Tumpeng Tempe Raksasa Warnai Ruwat Desa Jelang Ramadan di Sidoarjo
Tradisi tumpeng tempe raksasa jelang Ramadhan di Sidoarjo. (Foto: Suparno/detikjatim)
Sidoarjo -

Tradisi ruwat desa atau sedekah bumi di Desa Sedengan Mijen, Kecamatan Krian, Sidoarjo, kembali digelar meriah menjelang bulan Ramadan. Ikon utama kegiatan ini adalah tumpeng tempe raksasa setinggi 13-14 meter yang menjadi simbol rasa syukur sekaligus identitas desa sebagai sentra penghasil tempe.

Tumpeng tempe tersebut dibuat dari sekitar 3 kuintal kedelai. Setelah didoakan, ribuan warga langsung memadati Lapangan Desa Sedengan Mijen untuk berebut potongan tempe yang diyakini membawa berkah.

Selain tumpeng tempe raksasa, terdapat pula 31 tumpeng hasil bumi dari masing-masing RT. Isinya beragam, mulai dari hasil pertanian hingga perikanan, yang ikut diperebutkan warga dalam suasana penuh kegembiraan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Desa Sedengan Mijen, Hasanuddin, mengatakan tradisi ini bukan sekadar acara tahunan, tetapi bentuk kebersamaan dan ungkapan syukur masyarakat.

"Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan ruwat desa bisa berjalan lancar. Ini wujud syukur warga sekaligus mempererat persatuan. Kami juga berterima kasih kepada seluruh panitia, perangkat desa, keamanan, dan masyarakat yang sudah bekerja keras," ujar Hasanuddin saat di lokasi, Minggu (1/2/2026).

ADVERTISEMENT
Tumpeng Tempe Raksasa 14 Meter Warnai Ruwat Desa Sedengan Mijen Jelang RamadanTumpeng Tempe Raksasa 14 Meter Warnai Ruwat Desa Sedengan Mijen Jelang Ramadan Foto: Suparno Nodhor/ detikjatim

Ia juga mengingatkan warga agar tetap menjaga ketertiban selama acara berlangsung, termasuk mewaspadai barang bawaan pribadi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Rangkaian ruwat desa sendiri sudah digelar beberapa hari sebelumnya, mulai dari doa bersama, istighosah, pembacaan sholawat, pengajian, hingga pasar jajanan tradisional. Puncaknya adalah perebutan tumpeng di lapangan desa.

Sementara itu, Camat Krian Nawari yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga dalam menjaga tradisi budaya.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi. Tradisi seperti ini sangat positif karena melestarikan budaya sekaligus bisa menjadi daya tarik wisata daerah," kata Nawari.

Ia menambahkan, kegiatan budaya yang dikelola dengan baik berpotensi masuk dalam agenda wisata daerah jika terus dijaga kualitas dan konsistensinya.
Acara berlangsung aman dengan pengamanan dari unsur TNI-Polri, linmas, serta organisasi kemasyarakatan.

Warga pun tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian hingga pembagian tumpeng selesai.

Tradisi tumpeng tempe raksasa ini telah menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat Sedengan Mijen setiap menjelang Ramadan.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads