Ponorogo Masuk Jaringan Kota Kreatif Dunia UNESCO, Sugiri Bangga

Ponorogo Masuk Jaringan Kota Kreatif Dunia UNESCO, Sugiri Bangga

Charolin Pebrianti - detikJatim
Sabtu, 01 Nov 2025 15:40 WIB
Ponorogo Masuk Jaringan Kota Kreatif Dunia UNESCO, Sugiri Bangga
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko (Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim)
Ponorogo -

Kabupaten Ponorogo kembali mencatat sejarah baru di kancah dunia. Setelah Reog Ponorogo ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) UNESCO, kini Ponorogo resmi masuk dalam jaringan kota kreatif dunia atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Kabar membanggakan ini diumumkan langsung oleh UNESCO melalui laman resminya, unesco.org, pada Jumat (31/10/2025) petang. Dalam pengumuman itu, Ponorogo ditetapkan sebagai Kota Craft and Folk Art (kerajinan dan seni rakyat), berdampingan dengan Kota Malang yang masuk kategori Media Art.

Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay menyebut, ada 58 kota dari berbagai negara yang ditetapkan sebagai anggota baru jaringan kota kreatif dunia tahun ini. Mereka dinilai berhasil menjadikan kreativitas sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kota Kreatif UNESCO menunjukkan bahwa budaya dan industri kreatif dapat menjadi pendorong nyata pembangunan. Dengan menyambut 58 kota baru, kami memperkuat jaringan di mana kreativitas mendukung inisiatif lokal, menarik investasi, dan mempromosikan kohesi sosial," ujar Audrey dalam siaran pers resmi UNESCO, Jumat (31/10/2025).

ADVERTISEMENT

Menanggapi kabar tersebut, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebut pengakuan ini sebagai kado manis bagi masyarakat Ponorogo yang selama ini konsisten memperjuangkan nilai budaya dan ekonomi kreatif.

"Alhamdulillah sekali, ini kado manis atas perjuangan Ponorogo yang sudah dilakukan sejak 2022 lalu. Akhirnya mimpi Ponorogo menjadi bagian dari jaringan kota kreatif UNESCO terwujud. Terima kasih atas kerja keras semua pihak, mulai dari pelaku seni, UMKM, akademisi, hingga masyarakat Ponorogo," kata Sugiri saat dihubungi detikJatim, Sabtu (1/11/2025).

Sugiri menegaskan, status baru ini bukan hanya soal prestise budaya, tapi juga peluang besar bagi UMKM Ponorogo untuk naik kelas dan menembus pasar internasional.

"Ini momentum UMKM kita naik kelas. Di dalam UCCN, semua kota kreatif dunia wajib menjalankan misi pertukaran budaya sekaligus memperkuat jejaring ekonomi kreatif. Artinya, produk UMKM Ponorogo bisa merambah Eropa, Korea, Thailand, Uzbekistan, dan banyak negara lain," ujarnya.

Sebagai informasi, UNESCO Creative Cities Network (UCCN) diluncurkan pada 2004 dan kini telah memiliki 408 kota anggota dari lebih 100 negara. Jaringan ini aktif mempromosikan kehidupan kota yang berpusat pada manusia melalui inovasi budaya, seni, dan ekonomi kreatif.




(auh/hil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads