Menengok Lagi Kalisosok, Penjara di Surabaya yang Bikin Nyaman Tahanan

Urban Legend

Menengok Lagi Kalisosok, Penjara di Surabaya yang Bikin Nyaman Tahanan

Tim detikJatim - detikJatim
Kamis, 06 Okt 2022 11:06 WIB
Penjara Kalisosok merupakan penjara yang dibangun pada 1808 oleh Belanda. Kemudian penjara ini mulai beroperasi pada 1850 hingga zaman Jepang.
Bangunan eks Penjara Kalisosok/Foto: Esti Widiyana/detikJatim
Surabaya -

Penjara Kalisosok merupakan penjara yang dibangun pada 1808 oleh Belanda. Kemudian penjara ini mulai beroperasi pada 1850 hingga puluhan tahun lalu.

Yang menarik dari Kalisosok, penjara ini justru membuat 'nyaman' orang-orang yang ditahan. Tahanan di Penjara Kalisosok terdiri dari militer Belanda yang bersalah hingga orang-orang Bumiputra yang membangkang pada pemerintahan Belanda. Bumiputra merupakan sebutan untuk orang pribumi atau penduduk asli di zaman Hindia Belanda.

Mengapa Penjara Kalisosok bikin nyaman tahanan? Sejarawan Universitas Airlangga (Unair), Purnawan Basundoro pernah menjelaskannya.

Menurut Purnawan, Penjara Kalisosok merupakan bangunan yang megah dan bagus pada zamannya. Sangat jauh berbeda dengan rumah Bumiputra kebanyakan, yang tak bagus bahkan terbilang kurang layak.

"Seorang pendatang bernama Ida Pfeiffer mengatakan, perhatian manusia di Surabaya kepada para penjahat terlalu berlebihan. Anggota militer Belanda yang ditahan selalu melaporkan tentang kamar yang nyaman, kebun yang bersih dan makanan yang baik, enak," kata Purnawan dikutip detikcom, Jumat (19/3/2021).

"Bahkan menurut orang-orang Bumiputra yang ditahan, makanan yang dihidangkan di penjara sangat jarang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari di luar penjara," imbuhnya.

Bangunan eks penjara kalisosok surabayaPenjara Kalisosok dulu dan Bangunan eks Penjara Kalisosok sekarang/Foto:Istimewa

Sejarah Berdirinya Penjara Kalisosok

Pada zaman itu, Surabaya memiliki dua penjara yakni Binnenboei (penjara dalam kota) dan Buitenboei (penjara luar kota). Binnenboei berada di Jalan Kasuari. Sedangkan Buitenboei di Pasar Besar.

Di tahun 1845, Penjara Buitenboei diusulkan untuk dibongkar dan diganti dengan bangunan lain. Sedangkan Penjara Binnenboei diperbesar dan menjadi Penjara Kalisosok

"Pada awal abad 19 ada 2 penjara. Ada penjara di Kalisosok yang disebut Binnenboei. Kedua disebut sebagai Buitenboei itu ada di Pasar Besar. Saya tidak tahu persis tapi di dekat Kantor Gubernuran," ujar Purnawan.

"Tapi penjara itu tampaknya yang Buitenboei itu kemudian dibongkar. Yang Binnenboei di Kalisosok mau dibesarkan (waktu itu)," kata Purnawan.

Usulan untuk memperbesar Penjara Binnenboei diajukan pada Mei 1845. Namun usulan tersebut baru disetujui pada 4 April 1848.

Pembangunan dilakukan dengan persetujuan anggaran sebesar 60.000 gulden dari pemerintahan Belanda saat itu. Setelah dibangun, Penjara Binnenboei yang mulanya kecil menjadi besar dan menjadi Penjara Kalisosok.

Pada tahap pertama tahun 1849, sudah disiapkan 12 ruang tahanan. Lalu pembangunan berjalan terus. Setahun berselang, seluruh bangunan penjara telah selesai dibangun dan mulai digunakan. Pada tahun yang sama, penjara buitenboei dibongkar total.

"Setelah selesai memang difungsikan sebagai penjara yang di Kota Surabaya. Jadi tahun 1850 sering dianggap sebagai dimulainya, diresmikan, dipakai penjara pada tahun itu," ujarnya.

Meski bikin nyaman tahanan, menurut Purnawan, Penjara Kalisosok merupakan penjara yang ketat. Baik bagi pelaku kriminal, penjahat, dan orang-orang yang melawan pemerintah Belanda.

Bangunan eks Penjara Kalisosok ada di sebelah utara Jalan Rajawali dan Kembang Jepun, Surabaya. Bangunan ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemkot Surabaya.



Simak Video "Maling Motor di Surabaya Gentayangan, Nih Buktinya!"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/fat)