Arca Joko Dolog Terdampar di Surabaya Setelah Gagal Dibawa ke Belanda

Urban Legend

Arca Joko Dolog Terdampar di Surabaya Setelah Gagal Dibawa ke Belanda

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Kamis, 29 Sep 2022 18:40 WIB
Arca Joko Dolog ada di Surabaya. Tepatnya di Jalan Taman Apsari, Kecamatan Genteng, Surabaya Pusat.
Arca Joko Dolog/Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim
Surabaya -

Arca Joko Dolog ada di Surabaya. Tepatnya di Jalan Taman Apsari, Kecamatan Genteng, Surabaya Pusat.

Taman tersebut berada di depan Gedung Negara Grahadi. Hingga saat ini, banyak umat Buddha yang kerap menggelar ritual keagamaan di Arca Joko Dolog.

Selama ini, Arca Joko Dolog begitu identik dengan Surabaya. Meski sesungguhnya, arca tersebut bukan asli Kota Pahlawan.

Salah seorang pemerhati sejarah Surabaya, Nanang Purwono mengatakan, Arca Joko Dolog berasal dari Desa Kandang Gajah, Trowulan, .

Pada tahun 1817, arca tersebut akan dibawa dari Mojokerto ke Belanda dengan kapal, lewat Pelabuhan Tanjung Perak. Arca tersebut dibawa untuk menjadi koleksi Museum Leiden.

Namun kapal mengalami kebocoran, sehingga gagal berangkat. Arca tersebut lalu ditaruh di sekitar Taman Apsari.

"Jadi, menurut sejarah, (arca) dibuat pada 1289 sebagai perwujudan Raja Kertanegara," kata Nanang kepada detikJatim, Kamis (29/9/2022).

Arca Joko Dolog ada di Surabaya. Tepatnya di Jalan Taman Apsari, Kecamatan Genteng, Surabaya Pusat.Plakat Arca Joko Dolog di Surabaya/ Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim

Asal-usul Nama Joko Dolog

Pemerhati sejarah dari Begandring Soerabaja ini menambahkan, setelah gagal dibawa ke Belanda, Arca Joko Dolog ditaruh di depan bangunan yang saat ini menjadi SMA Trimurti, Jalan Gubernur Suryo.

"Trimurti dulu adalah sebuah museum, namanya Stedelijk Museum atau museum kota. Dan untuk isi prasasti sudah bisa terbaca," ujar Nanang.

Menurut Nanang, nama Joko Dolog muncul dari budaya ludruk di Surabaya. Sebab saat ditemukan, arca tersebut berada di dekat pohon dolog.

Pada bagian dudukan arca ada prasasti berisi sajak. Sajak itu ditulis menggunakan aksara atau bahasa Sansekerta.

"Joko Dolog perwujudan dari Prabu Kertanegara, Raja Singosari yang terakhir. Yang dibuat untuk menghormati Kertanegara, putra Wisnu Wardhana," tambahnya.

Arca Joko Dolog Jadi Cagar Budaya

Karena dinilai sebagai benda peninggalan sejarah, Pemkot Surabaya menetapkan Arca Joko Dolog sebagai benda cagar budaya pada 1996. Itu sesuai SK nomor 188.45/251/402.1.04/1996, tanggal 26 September 1996, tingkat wali kota.

Sekali lagi Nanang menegaskan, Arca Joko Dolog merupakan perwujudan Kertanegara. Bukan perwujudan Wisnu Wardhana.

"Patung ini bukan obyek sebagai Wisnu Wardhana, tapi obyek perwujudan Kertanegara. Di sini arca-arca lain berupa Ganesha, Lingga Yoni, dan kepala Kala," ujarnya.



Simak Video "Menikmati Manis Legit Es Krim Legendaris Khas Kota Pahlawan, Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/iwd)