Jalan-jalan Perekat Histori Malang dan Surabaya

Jalan-jalan Perekat Histori Malang dan Surabaya

M Bagus Ibrahim dan Deni Prastyo - detikJatim
Kamis, 29 Sep 2022 10:29 WIB
Jalan di Malang
Jalan Surabaya di Malang (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Surabaya -

Derbi Jatim antara Arema FC vs Persebaya Surabaya akan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Sabtu ini (1/10/2022). Banyak pihak berharap, rivalitas kedua tim cukup tersaji di atas lapangan selama 90 menit. Faktanya, Malang dan Surabaya sebenarnya punya kedekatan historis yang panjang terhadap berdirinya bangsa ini.

Salah satu hal menarik, jika berbicara kedekatan historis kedua kota, ada sejumlah nama jalan di masing-masing kota yang beraroma kota 'rival'. Di Malang ada jalan yang berbau Surabaya. Sebaliknya, di Surabaya juga ada nama-nama jalan yang lekat dengan Malang. Jalan-jalan ini seolah menjadi perekat sejarah antarkedua kota berjarak sekitar 95 kilometer tersebut.

Di Malang, terdapat sejumlah nama jalan yang menggunakan nama tempat atau tokoh yang ada di Surabaya. Mulai Jalan Surabaya, Jalan Pelabuhan Tanjung Perak, hingga Jalan Sawunggaling.

Pemerhati sejarah dan budaya Kota Malang, Agung Buana mengatakan, nama-nama jalan tersebut diambil menyesuaikan dengan clustering. Selain itu, juga sebagai bentuk penghormatan kepada pejuang kemerdekaan.

Penamaan Jalan Surabaya, Kota Malang masuk pada clustering penamaan jalan menggunakan nama-nama kota. Seperti Jalan Jombang, Jalan Kediri, Jalan Magelan, dan masih banyak lagi.

"Seperti diketahui wilayah Surabaya, Magelang, Jakarta, Jombang dan lain-lain adalah jalan baru yang dibangun tahun 1950-an. Pada tahun 1945 itu jalan yang ada masih Jalan Jakarta saja," papar Agung kepada detikJatim, Kamis (29/9/2022).

"Awalnya Jalan Jakarta itu jalannya rel kereta lori pengangkut tebu dan belum ada namanya. Terus di tahun 1950-an mulai dibangun jalan-jalan di sebelah baratnya rel dengan nama- nama kota," sambungnya.

Selain Jalan Surabaya, ada Jalan Pelabuhan Tanjung Perak, Bakalankrajan, Malang. Penamaan jalan tersebut juga sama dengan Jalan Surabaya yang disematkan berdasarkan clustering. Bedanya, di kawasan tersebut clustering jalan memakai nama-nama pelabuhan di Indonesia.

"Jadi Jalan Pelabuhan Tanjung Perak yang ada di wilayah Kelayatan itu clustering pelabuhan. Seperti Jalan Pelabuhan Ketapang, Jalan Pelabuhan Kamal sampai, Jalan Pelabuhan Bakahuni," kata Agung.

Yang menarik, adalah Jalan Sawunggaling, Kota Malang. Sawunggaling adalah seorang adipati Surabaya yang juga dikenal sebagai sosok yang babat alas kota Surabaya bagian barat.

Menurut Agung, nama Jalan Sawunggaling itu diambil dari nama pasukan malang yang menggunakan sebutan pasukan Sawunggaling.

"Kalau Sawunggaling ini jalan baru yang diperuntukkan, kalau saya duga untuk pasukan tentara di Malang yang belum mendapatkan tanah. Saat pemberian tanah di wilayah itu diberi nama sesuai dengan sebutan pasukan mereka yakni pasukan Sawunggaling," tuturnya.

Agung menyampaikan bahwa sebenarnya, warga Malang dan Surabaya memiliki hubungan yang cukup baik pada saat pertempuran Surabaya 10 November 1945. Waktu itu, pasukan dari Malang memberikan dukungan untuk melawan pasukan Inggris.

"Waktu itu ada Jendral Mayor Imam Soedjai yang merupakan komandan Divisi VII Suropati membawahi wilayah Karesidenan Malang-Besuki. Pada 10 November 1945 dia membawa masyarakat atau pasukan di Malang untuk membantu warga Surabaya," kata Agung.

Kala itu, Pak Dja'i-sapaan akrab Imam Soedjai- memutuskan untuk tidak menghadiri pemilihan Panglima Besar pada 12 November 1945, meski sebenarnya dia menjadi salah satu kandidat. Pak Dja'i lebih memilih untuk berperang dalam pertempuran Surabaya 10 November 1945.

"Artinya pada waktu Revolusi Nasional, masyarakat atau pasukan yang ada di Malang membantu sepenuhnya pada pertempuran 10 November yang bertempat di Surabaya Selatan," ucap Agung.

"Surabaya bagian selatan yang dipertahankan itu mulai daerah bagian Waru, Sidoarjo, Porong, Lawang dan Singosari. Sehingga ini menjadi perekat antara Malang dan Surabaya karena Malang ini memiliki keterlibatan saat pertempuran 10 November," tandasnya.

Bagaimana dengan di Surabaya? Baca halaman selanjutnya!