Sepenggal Riwayat Semaun Pendiri Partai Komunis Indonesia

Sepenggal Riwayat Semaun Pendiri Partai Komunis Indonesia

Tim detikJatim - detikJatim
Rabu, 28 Sep 2022 10:17 WIB
Sosok Semaun
Foto: Sosok Semaun (Foto Ilustrasi: Rezak Andi Purnomo)
Surabaya -

Partai Komunis Indonesia (PKI) resmi dibubarkan dan dilarang pada 1966. Pembubaran dan pelarangan partai tersebut dituangkan dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor XXV/MPRS/1966 (Tap MPRS Nomor 25).

Pembubaran dan pelarangan partai berideologi komunis itu merupakan buntut dari Gerakan 30 September atau lebih dikenal dengan G30S. Itu karena, PKI dituding sebagai dalang dari peristiwa yang menewaskan 7 jenderal pada 1965.

PKI resmi berdiri pada 23 Mei 1920. Partai ini didirikan oleh tiga serangkai yakni Semaun, Alimin dan Darsono. Semaun merupakan sosok penting pada awal berdirinya partai berlambang palu arit itu. Sebab, ia merupakan ketua pertama PKI. Siapa sebenarnya Semaun?

Edi Cahyono dalam jurnalnya Dari 'Kiri' Menjadi 'Kanan': Pergeseran Ideologi Semaoen dalam "Tenaga Manusia..." (2003) menerangkan, Semaun lahir di Curahmalang, Sumobito, Jombang pada 1899. Sejak remaja, Semaun merupakan sosok yang cerdas.

"Ayahnya adalah seorang pekerja jawatan kereta-api. Pendidikan yang sempat dia nikmati adalah sekolah bumiputera kelas satu. Setelah lulus dia menjadi juru tulis (klerk) di Staasspoor (SS) Soerabaija," tulis Edi.

Selama di Surabaya, ia tak hanya menjadi juru tulis, namun juga terjun aktif berpolitik. Padahal usianya saat itu baru menginjak 14 tahun. Di usia yang sangat muda itu, ia telah dipercaya sebagai Ketua Sarekat Islam (SI) afdeeling atau cabang Surabaya.

Semaun bersama Alimin dan Darsono di Surabaya merupakan pengikut Haji Omar Said (HOS) Cokroaminoto yang merupakan tokoh penting Sarekat Islam. Sehingga tak heran, ketiganya juga merupakan anggota Organisasi Sarekat Islam.

Sebagai Ketua Sarekat Islam Surabaya, Semaun kemudian berkenalan dengan Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet. Semaun selanjutnya diajak masuk ke Indische Sociaal-Democratische Vereeniging, organisasi sosial demokrat Hindia Belanda (ISDV) afdeeling Surabaya.

ISDV ini merupakan serikat buruh kereta api dan trem (VSTP) yang didirikan Sneevliet. Pertemuan Semaun dengan Sneevliet ini terjadi para 1915. Dari sini, keduanya kemudian berteman akrab. Bahkan Semaun menganggap Sneevliet sebagai "Mijn Goeroe" (guruku).