Sejarah G30S/PKI: Latar Belakang, Tujuan dan Kronologi

Dina Rahmawati - detikJatim
Senin, 26 Sep 2022 14:27 WIB
Ilustrasi Jenderal pada 1965
Foto: Ilustrasi: Edi Wahyono
Surabaya -

Usai merdeka pada 17 Agustus 1945, Indonesia masih harus menghadapi berbagai pergolakan. Salah satunya adalah peristiwa G30S/PKI atau Gerakan 30 September pada 1965.

Seperti apa sejarah G30S/PKI? Berikut penjelasannya yang telah dirangkum detikJatim.

PKI

PKI merupakan salah satu partai tertua dan terbesar di Indonesia. Partai ini mengakomodir kalangan intelektual, buruh hingga petani.

Sejarah berdirinya PKI bermula dari sebuah partai kecil berhaluan kiri yang bernama Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV). ISDV didirikan oleh tokoh sosialis asal Belanda, Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet atau dikenal dengan Henk Sneevliet.

Dalam buku sejarah untuk Kelas XII oleh Nana Supriatna dijelaskan, ISDV menyusup ke partai-partai lokal baik besar maupun kecil, seperti Sarekat Islam (SI). Pada 1920, PKI lahir dengan Semaoen sebagai ketua dan Darsono sebagai wakil ketua.

Pada Februari 1948, PKI dan Partai Sosialis membentuk front bersama, yaitu Front Demokrasi Rakyat. Front ini tidak bertahan lama, namun Partai Sosialis kemudian bergabung dengan PKI.

Pada 11 Agustus 1948, tokoh PKI, Musso kembali ke Jakarta setelah dua belas tahun di Uni Soviet. Pada 5 September 1948 dia memberikan pidato anjuran agar Indonesia merapat kepada Uni Soviet. Anjuran itu berujung pada peristiwa pemberontakan PKI di Madiun, Jawa Timur.

Latar Belakang G30S

Terjadinya Perang Kemerdekaan Indonesia kedua membuat keadaan menjadi serba darurat. Pemerintah Indonesia tidak sempat menuntaskan tindakan pembubaran PKI. Kaum kiri yang sebelumnya menjadi tawanan terpaksa dilepas atau berhasil lolos dari penjara.

Mengutip dari buku Tragedi Fajar Perseteruan Tentara-PKI dan Peristiwa G30S karya Agus Salim, PKI mulai bangkit kembali pada 1949. Salah satu tokoh PKI yang berhasil lolos adalah Dipa Nusantara Aidit atau DN Aidit, sosok muda yang kemudian menjadi pemimpin terakhir PKI.

Di bawah kepemimpinan DN Aidit, PKI semakin berkembang dengan pesat. Jumlah anggota PKI semakin meningkat dari 8.000 anggota hingga menjadi 3 juta anggota. PKI juga mulai masuk dalam sistem parlementer.

Secara umum, G30S/PKI dilatarbelakangi oleh kemunculan konsep ideologi Nasionalisme, Agama dan Komunisme (Nasakom) yang berlangsung dari tahun 1959-1965 di bawah kekuasaan Presiden Soekarno. Presiden Soekarno ingin menyertakan PKI dalam konsep Nasakom tersebut.

Di sisi lain, TNI AD masih tidak bisa menerima keberadaan PKI. TNI AD pun menolak konsep Nasakom karena dianggap hanya menguntungkan PKI.

Hal ini memicu ketidakharmonisan hubungan antara TNI AD dan PKI. Pertentangan ini juga turut melatarbelakangi peristiwa G30S/PKI.

Tujuan dan kronologi G30S/PKI di halaman selanjutnya...



Simak Video "Lukas Tumiso, Eks Tapol Penyintas Pulau Buru"
[Gambas:Video 20detik]