Kenang Masa Muda, Tuan dan Puan Eropa Kerap Bernostalgia di Hotel Majapahit

Kenang Masa Muda, Tuan dan Puan Eropa Kerap Bernostalgia di Hotel Majapahit

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Sabtu, 23 Apr 2022 20:05 WIB
Hotel Majapahit
Sudut di Hotel Majapahit Surabaya (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Hotel Majapahit rupanya menjadi salah satu jujukan para pelancong internasional. Selain menjadi lokasi persinggahan, mereka mengaku lebih nyaman dan merasa seperti di rumah sendiri.

Hal ini dibenarkan General Manager Hotel Majapahit Surabaya, Kahar Salamun kepada detikJatim. Ia mengatakan, hotel yang mengalami pergantian nama beberapa kali itu memang sering disambangi para bule.

Kahar menyebut, wisatawan internasional didominasi warga Eropa, khususnya negeri kincir angin, Belanda. Selain itu, ada pula yang berasal dari Jerman dan Inggris.

Hal itu berlangsung jauh sebelum pandemi COVID-19. Tepatnya, di tahun 1980 hingga 1990.

"Pangsa pasar kita turis mancanegara saat itu (1980-1990), sebagian besar bule," kata Kahar dalam membuka perbincangan, Sabtu (23/4/2022).

Kahar menjelaskan, para bule yang bertandang ke Majapahit adalah yang masih memiliki famili di Kota Pahlawan. Tak ayal, saat berada di Surabaya, mereka nyekar ke makam pendahulunya, menyambangi lokasi nostalgia, hingga berbelanja pernak-pernik khas Suroboyo.

"Hotel Majapahit merupakan living museum, mereka (pelancong luar negeri) yang ke Majapahit sini biasanya juga main ke Bromo dan sekitaran Surabaya. Kata mereka, hotel ini the best, punya soul, kalau hotel lain just the city hotel," ujarnya.

Kahar menambahkan, tahun lalu ada tamu dari Kedutaan Besar Prancis yang menginap di salah satu hotel bintang 5 di Surabaya. Namun, ia juga menyempatkan singgah ke Majapahit. Sayangnya, kala itu Majapahit sedang berbenah. Namun, ia berupaya maksimal agar bisa menikmati dan nostalgia di sisi dalam hotel.

"Padahal, hanya sekadar menikmati suasana hotel, saat itu kita lagi tutup karena ada peremajaan. Tapi, dia dan rombongan kekeh minta 2 jam di sini. Malah, dia pamerin sejarah yang ada di sini dan mengenalkan ke sejumlah temannya tanpa kami minta, bilangnya 'This is the hotel i want, hotel with soul'. Apalagi, mereka kagum dengan sejarah yang ada di sini," tuturnya.

Namun, masa keemasan itu hanya berlangsung selama 1 dekade saja. Sebab, selepas 1990, para bule yang kerap berkunjung kian berkurang. Menurutnya, hal itu dilatarbelakangi salah satu faktor, yakni ekonomi global yang berubah-ubah.

Hal selaras disampaikan Executive Assistant Manager Hotel Majapahit, Benny Wijaya. Menurutnya, sejumlah tamu asal Eropa yang menginap di Hotel Majapahit adalah mereka yang selalu mengenang masa-masa mudanya.

"Mereka yang masih hidup menyempatkan datang ke sini, demi nostalgia. Lalu, mereka juga sering menunjukkan bukti berupa foto hitam putih semasa muda," katanya.

Oleh karena itu, Benny dan pihak manajemen berupaya maksimal mengembalikan masa kejayaan Majapahit seperti zaman dahulu. Mulai dari membuat wisata edukasi, menayangkan visualisasi histori Kota Pahlawan, hotel tour, hingga bersolek dan adaptif dengan tingkat konsumsi para tamu.



Simak Video "Menikmati Menu Makan Malam di Hotel Mewah Kota Pahlawan, Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/dte)