Sejarah dan Makna di Balik Nama Hotel Majapahit, Wis Ngerti ta Rek?

Sejarah dan Makna di Balik Nama Hotel Majapahit, Wis Ngerti ta Rek?

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Sabtu, 23 Apr 2022 16:07 WIB
Hotel Majapahit
Sudut Hotel Majapahit Surabaya (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Hotel Majapahit ternyata sempat berganti nama beberapa kali. Sebelum dikenal sebagai Hotel Majapahit, hotel bersejarah di Kota Surabaya ini sempat disebut Hotel Oranje, Yamato, hingga Merdeka. Ternyata, ada makna di balik pemberian nama ini.

Hingga saat ini, hotel yang terletak di Jalan Tunjungan, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya itu masih aktif dan digunakan untuk menjamu para tamu yang datang.

Hotel ini tak hanya menyimpan sejarah perobekan bendera Belanda pada 19 September 1945, namun hotel bintang 5 di Kota Pahlawan ini juga lekat akan kisah sejarah lainnya.

Executive Assistant Manager Hotel Majapahit, Benny Wijaya menjelaskan, untuk nama Majapahit sendiri bukan diambil asal-asalan. Melainkan, sejalan dengan visi misi Kerajaan Majapahit yang notabene menjadi salah satu kerajaan jaya dan akbar, serta tertua pada eranya. Maka dari itu, Majapahit digunakan sebagai nama dengan harapan seperti namanya.

Benny mengamini bila Hotel Majapahit mengalami beberapa kali perombakan kepemilikan, nama, hingga peremajaan. Namun, tidak demikian dengan keorisinilan bangunan.

Benny juga menjelaskan, awal mulanya hotel tersebut masih di bawah naungan Sarkies Family. Lalu, di tahun 1942 berganti nama Oranje. Ketika Jepang menjajah dan menguasai bumi pertiwi, namanya berganti Yamato, yang kala itu sekaligus digunakan headporter atau base camp saat pertempuran.

Setelah proklamasi dikumandangkan, hotel berganti nama menjadi Merdeka. Lalu, menjadi Majapahit sekitar tahun 1969.

Benny tak menampik bila kepemilikan hotel Majapahit sejatinya merupakan swasta dari keluarga Sarkies. Meski, sebelum dan setelah kemerdekaan, Majapahit sempat beralih fungsi.

"10 September 1945, hotel sempat bernama Merdeka, tahun 1945 sampai 1946 berganti Lucas Martin Sarkies yakni kembali pada keluarga pendiri, tahun 1969 dijual ke Men Trust Holding. Nah, sampai sekarang, namanya tetap, yakni Hotel Majapahit," kata Benny, Sabtu (23/4/2022).

Untuk itu, manajemen Hotel Majapahit berusaha memaksimalkan segala hal untuk selalu melestarikan dan menjaga keasliannya. Mulai dari monumen perobekan bendera, memasang plakat Brighten Stone, hingga tak mengubah bentuk bangunan.

Sementara itu, General Manager Hotel Majapahit Surabaya, Kahar Salamun mengatakan, salah satu bukti keaslian bangunan adalah dari ubin marmer yang diimpor langsung dari negeri kincir angin, Belanda. Menurutnya, hal tersebut masih dipertahankan untuk menjaga keaslian dan menjadi karakter bagi Majapahit.

Kahar menjelaskan, salah satu ciri khas bangunan vintage Majapahit dalam marmer itu adalah 1 dari sekian marmer yang dipasang menjadi ubin, selalu ada 1 ubin yang sengaja dipasang terbalik. Namun, ia mengaku tak tahu apa alasan di balik hal tersebut.

Kahar merasa, pemilik sekaligus para pekerja sangat diuntungkan dengan lokasi hotel yang strategis. Selain memiliki lahan yang luas, lokasinya juga berada di jantung kota Surabaya.

"Bisa dibilang, Majapahit ini 'permata' bagi Pemkot Surabaya dan masyarakatnya. Selain bersejarah dan memiliki nilai seni, tapi juga aset," kata Kahar saat ditemui detikJatim, Sabtu (23/4/2022).

detikJatim pun diajak berkeliling oleh staf hotel. Di sana, pondasi, cat, hingga struktur bangunan masih kokoh nan orisinil. Meski, ada tambahan beberapa aksesoris untuk mempercantik dan menambah modern tatanan.

Hotel yang berdiri di atas lahan 2 hektare itu masih eksis, lantaran Pemkot Surabaya turut mempercantik kawasan Tunjungan. Bahkan, 139 kamar masih mempertahankan arsitektur klasik nan ciamik.

Dengan luas, megah, dan eloknya hotel itu, tentu membutuhkan biaya operasional yang fantastis. Tak ayal, hotel yang dulunya bernama Oranje, (Sebelum Yamato dan Merdeka) itu masih digandrungi para pelancong, terutama wisatawan internasional.



Simak Video "Menikmati Kelezatan Daging dan Ikan Goreng di Penginapan Mewah Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/dte)