Nggugah, Pagelaran Kolosal Suguhkan Jejak Sejarah Lamongan

Eko Sudjarwo - detikJatim
Selasa, 05 Apr 2022 02:31 WIB
Drama kolosal Nggugah yang ditampilkan saat Puncak HPN PWI Jatim
Drama kolosal Nggugah yang ditampilkan saat Puncak HPN PWI Jatim. (Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim)
Lamongan -

Sebuah drama kolosal bertajuk 'Nggugah' yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim. Melalui drama kolosal itu, jejak sejarah Lamongan ditampilkan dalam bentuk karya seni.

Cerita Nggugah diawali kisah perjuangan Raja Airlangga di wilayah Lamongan Selatan. Kisahnya, ketika kerajaan Airlangga diserang, Raja Airlangga harus mengungsi ke Desa Patakan yang ada di Kecamatan Sambeng. Di desa ini Raja Airlangga menganugerahkan sebuah candi di Patakan yang peninggalannya di desa ini masih dalam proses evakuasi.

"Kisah berlanjut ke Gunung Ratu, tempat Dewi Andongsari yang berada di Desa Cancing yang dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai ibu dari Mahapatih Gajahmada," kata pimpinan produksi pagelaran drama kolosal 'Nggugah' Ahmad Taufiq kepada wartawan, Selasa (5/4/2022).

Kisah berlanjut pada masa kejayaan Islam di wilayah Pantura Lamongan dengan tokohnya Sunan Drajat dan Sunan Sendangdhuwur. Kisah dalam 'Nggugah' ini juga menampilkan cerita bagaimana Kadipaten Lamongan pertama kali didirikan dengan Bupati Pertamanya adalah Tumenggung Surajaya.

"Kami ingin menampilkan jejak-jejak kejayaan Lamongan di masa lalu untuk menggugah atau membangkitkan kembali spirit kejayaan masa lalu Lamongan pada kehidupan bermasyarakat saat ini," ujarnya.

Pementasan yang juga disaksikan Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa dan Bupati Lamongan Yuhronur Effendi juga tamu undangan dari PWI Jatim ini berlangsung meriah. Perpaduan rancak nan indah antara musik kolosal, teater, tari, wayang hingga lawakan menghiasi sepanjang pagelaran berlangsung.

Perpaduan seni pentas ini diperankan secara kolaboratif oleh komunitas Seniman Muda Kabupaten Lamongan atau Sendakala dan Sanggar Tari Tri Melati yang merupakan sanggar binaan Disparbud Lamongan.

"Nggugah merupakan sebuah pementasan yang dilatarbelakangi harapan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi untuk menggugah atau membangkitkan kembali spirit Kejayaan Masa Lalu Lamongan pada kehidupan bermasyarakat saat ini," kata Kepala Disparbud Lamongan Siti Rubikah.

Rubikah menambahkan, dengan pelaksanaan pagelaran yang berlangsung di Wisata Bahari Lamongan (WBL), pihaknya ingin mewujudkan spirit program kerja Bupati dalam visi misinya untuk mewujudkan pengembangan pariwisata yang terintegrasi.

"Kami ke depan akan terus berupaya memadukan pelestarian seni tradisi Lamongan dalam setiap even yang tujuannya adalah meningkatkan kunjungan pariwisata di Lamongan," kata Rubikah.



Simak Video "Ini Emak-emak di Lamongan yang Tutupi Nopol Pake Celana Dalam "
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)