Batik Canthing Jawi Wetan Digelar Meriah di Tugu Pahlawan

Batik Canthing Jawi Wetan Digelar Meriah di Tugu Pahlawan

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Senin, 28 Mar 2022 06:55 WIB
Pemprov Jatim menggelar acara bertajuk Peragaan Busana Canthing Jawi Wetan Go Global pada Minggu (27/3/2022) malam. Acara dihadiri sejumlah tamu undangan dan pejabat se-Jatim.
Acara Batik Canthing Jawi Wetan/Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim
Surabaya -

Pemprov Jatim menggelar acara bertajuk 'Peragaan Busana Canthing Jawi Wetan Go Global' pada Minggu (27/3/2022) malam. Acara dihadiri sejumlah tamu undangan dan pejabat se-Jatim.

Dalam acara tersebut, ada beragam pameran kebudayaan khas Jatim. Mulai dari Reog Ponorogo, Tari Remo, Gamelan dan masih banyak lagi.

Setelah pameran kebudayaan sebagai pembuka acara, tampak sejumlah model memamerkan sejumlah Bathik Canthing yang elok dan kharismatik. Suasana kian meriah dengan latar belakang Tugu Pahlawan yang diterangi dengan lampu sorot dari berbagai sisi. Para hadirin duduk mengelilingi monumen tugu perjuangan itu.

Layaknya peragaan busana pada umumnya, para model berjalan bergantian mengelilingi Tugu Pahlawan. Setiap langkah para model diiringi lagu tradisional, nasional, EDM, hingga tembang dari salah satu legenda penyanyi solo Indonesia, Chrisye.

Ketika itu, dihadirkan satu per satu karya batik tulis hasil produksi dari 38 UMKM asal Jatim, yang sudah dikurasi oleh 2 desainer kelas dunia yakni Denny Wirawan dan Edward Hutabarat. Juga bersinergi dengan beberapa seniman tari kontemporer Jatim.

Usai kegiatan yang berlangsung sekitar 2,5 jam itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan beberapa hal terkait rangkaian kegiatan tersebut. Ia mengaku terkejut ketika mengetahui sejumlah batik Jawi Wetan bisa disulap secara apik oleh para desainer.

Pemprov Jatim menggelar acara bertajuk 'Peragaan Busana Canthing Jawi Wetan Go Global' pada Minggu (27/3/2022) malam. Acara dihadiri sejumlah tamu undangan dan pejabat se-Jatim.Acara bertajuk 'Peragaan Busana Canthing Jawi Wetan Go Global'/ Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim

"Surprise ya, ketika batik-batik didesain oleh desainer kondang, betapa yang punya batik kabupaten atau kota yang bersangkutan juga surprise, menjadikan inspirasi bagi orang lebih kuat dan luas," kata Khofifah kepada awak media, Minggu (27/3/2022) malam.

Khofifah menjelaskan, kegiatan ini juga diinisiasi oleh Ketua Bhayangkara Jatim, Ully Nico Afinta. Menurutnya, salah satu ide itu tercetus dari istri Kapolda Jatim Nico Afinta dan dikenalkan secara detil. Khofifah juga mengaku belajar dengan Ully.

"Kami juga bersinergi bersama kebetulan ide dari Canting Bhayangkara Jawi Wetan ini luar biasa, saya juga baru belajar mengenali masing-masing batik dan memiliki filosofi yang luar biasa," ujarnya.

Mantan Mensos RI itu berharap semua yang masuk dalam dunia kreativitas dan inovasi batik di Jatim untuk terus semangat. Ia menyatakan, ruang untuk mendapatkan apresiasi dan ekspresi jauh lebih besar, baik hari ini mau pun di masa mendatang.

Khofifah ingin bangsa Indonesia relatif bisa mendapatkan referensi yang lebih luas. Ia berkisah, histori yang diperoleh menyatakan bahwa batik yang pertama berasal dari Majapahit, tepatnya dari Ringin Lawang. Sedangkan, salah satu penandanya adalah motif kawung dan sudah dikenakan oleh Raden Wijaya terlebih dulu.

Pemprov Jatim menggelar acara bertajuk 'Peragaan Busana Canthing Jawi Wetan Go Global' pada Minggu (27/3/2022) malam. Acara dihadiri sejumlah tamu undangan dan pejabat se-Jatim.Acara bertajuk 'Peragaan Busana Canthing Jawi Wetan Go Global'/ Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim

"Ketika kita meninggalkan banyak tradisi-tradisi itu, kemudian dikenal batik itu dekat dengan kraton. Nah, yang kraton berhasil (batiknya) survive di Jogja dan Solo. Nah, sekarang dari proses yang dieksplore oleh Ibu Ketua Bhayangkara Jatim itu lah kemudian terkonfirmasi kepada kita bahwa Ringin Lawang adalah salah satunya starting poin untuk bisa mengenali batik," tuturnya.

Oleh karena itu, Khofifah ingin agar UMKM Jatim bisa bangkit. Bahkan, ia mengajak semua masyarakat Jatim untuk membangun cita-cita bersama agar kelak batik bisa menjadi bagian dari perayaan Paris dan New York Fashion Week.

Ketua Bhayangkara Jatim, Ully Nico Afinta menegaskan, salah satu inspirasi dan inisiatifnya mengadakan kegiatan itu bersama 38 UMKM Batik dan Pemprov Jatim, tak hanya mengeksplore lewat tulisan. Menurutnya, saking besarnya Kerajaan Majapahit dan 38 kabupaten/kota se-Jatim, semakin besar dan banyak pula peluang batik untuk lebih dikenal dunia.

"Kami yakin, kalau dieksplore pasti ada ciri khas batik masing-masing daerah," katanya.

Ully berharap, kegiatan tersebut tak sekadar mengenalkan batik dalam 3 hari saja selama event berlangsung. Tapi, juga menyejahterakan perajin mau pun pedagang batik di Jatim.

"Nah, tujuannya untuk memperkenalkan dan agar para UMKM Batik di Jatim makin sejahtera," tutupnya.



Simak Video "Pemprov Jatim Berangkatkan 3.000 Peserta Mudik Gratis"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/sun)