Menkop Arahkan Komunitas Ekraf Kota Malang Bertransformasi Jadi Koperasi

Menkop Arahkan Komunitas Ekraf Kota Malang Bertransformasi Jadi Koperasi

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 21 Agu 2026 21:45 WIB
Menteri Koperasi Ferry Julianto saat menyampaikan sambutan di Festival Mbois 11, Kota Malang.
Menteri Koperasi Ferry Julianto saat menyampaikan sambutan di Festival Mbois 11, Kota Malang. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Kota Malang -

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong sinergi lintas sektor antara ekonomi kreatif (ekraf), usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan komunitas. Ketiganya didorong agar mentransformasi lini usaha ke dalam bentuk badan usaha koperasi.

Ferry menekankan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam melainkan wadah ideal untuk memperkuat ekosistem bisnis anak muda, pelaku industri kreatif, hingga klub olahraga. Ia mencontohkan raksasa sepak bola Spanyol, FC Barcelona, yang sukses beroperasi dengan struktur koperasi.

"Komunitas yang terbangun dari kegiatan UMKM, ekonomi kreatif, bahkan pariwisata, dan olahraga sebenarnya bisa diwadahi menjadi badan usaha koperasi. Animator, konten kreator, hingga ilustrator muda bisa dihimpun," ujar Ferry, Jumat (21/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia sampaikan itu saat membuka Festival Mbois 11 di Stadion Gajayana, Kota Malang. Dia sebutkan bahwa koperasi akan menjadi solusi permodalan bagi para pelaku industri kreatif maupun pariwisata hingga olahraga.

"Melalui koperasi, masalah permodalan awal sebelum mendapatkan kontrak bisa diatasi dengan skema pembiayaan yang tepat," ujar Ferry.

ADVERTISEMENT

Menkop pun mengapresiasi langkah Pemkot Malang yang berencana mengembangkan kawasan stadion menjadi hub terpadu bagi UMKM, ekonomi kreatif, budaya, hingga industri olahraga.

Menurut Menkop, 'Festival Mbois 11-Malang Menyala 2026' menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem koperasi, UMKM, dan ekonomi kreatif di Kota Malang. Kawasan ini didorong menjadi hub ekonomi kreatif, termasuk melalui Pojok Koperasi, yang dapat menjadi ruang untuk mendorong terbentuknya koperasi-koperasi baru.

"Komunitas UMKM dan ekonomi kreatif, seperti animator, konten kreator dan ilustrator dapat berhimpun dalam koperasi untuk mengembangkan potensi, memperkuat usaha, dan menciptakan nilai tambah bersama. Saya menyarankan agar dibuat Koperasi Corner di kawasan Stadion Gajayana untuk memberikan pendampingan dan edukasi bagi generasi Gen Z serta milenial yang ingin mendirikan koperasi," tambahnya.

Sementara Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengungkapkan data dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang yang mencatat terdapat 711 koperasi di Kota Malang. Dari angka tersebut, sebanyak 418 koperasi aktif menjalankan kegiatan usaha dan layanannya, sementara 293 koperasi lainnya masih berstatus tidak aktif.

Pemkot Malang berupaya menggali potensi kreatif daerah untuk dihubungkan dengan penguatan lembaga koperasi. Koperasi dan ekonomi kreatif dinilai memiliki titik temu karena sama-sama bertumpu pada semangat gotong royong, kemandirian, dan penciptaan nilai.

"Kami berharap koperasi di Kota Malang dapat terus berkembang menjadi lembaga yang semakin modern, profesional, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan generasi muda dan perkembangan zaman. Ketika kreativitas bertemu dengan kekuatan kebersamaan, maka yang lahir bukan hanya karya dan usaha, melainkan juga kesempatan kerja dan nilai tambah bagi kota," tutur Wali Kota Wahyu Hidayat.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, Kepala UPT Dinas Koperasi Provinsi Jatim Anjik Sudiyantoro, Ketua Umum Koperasi SBW Sri Untari, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Politeknik Negeri Malang Pipit Wahyu Nugroho, Business Development Manager PrivylD Zuwin Adriano, Country Director untuk Indonesia dan Director untuk Southeast Asia British Council Summer Xia, Ketua pelaksana Festival Mbois Gedeon Soerja serta forkopimda dan para insan koperasi.

Hadirnya ajang Festival Mbois 11 terasa kian spesial karena bertepatan dengan peringatan 100 tahun Stadion Gajayana sebagai stadion tertua di Indonesia.



(abq/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads