Menkop Ferry Buka Peluang Koperasi Kelola Tambang dan Minyak Rakyat

Menkop Ferry Buka Peluang Koperasi Kelola Tambang dan Minyak Rakyat

Akhmad Zaini Zen - detikJatim
Rabu, 22 Jul 2026 10:15 WIB
Menkop di Pamekasan
Menkop di Pamekasan/Foto: Akhmad Zaini Zen/detikJatim
Surabaya -

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan pemerintah tengah memperluas ruang gerak koperasi agar tidak lagi hanya berfokus pada usaha simpan pinjam. Ke depan, koperasi didorong masuk ke berbagai sektor strategis, mulai dari pertambangan, energi, industri, hingga menjadi penyalur program bantuan pemerintah.

Hal itu disampaikan Ferry saat berdialog dengan pelaku koperasi lintas sektor di Kabupaten Pamekasan, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Pamekasan Kholilurrahman serta diikuti perwakilan koperasi syariah, koperasi pondok pesantren, koperasi tembakau, koperasi tekstil, dan pelaku usaha lainnya.

Dalam dialog tersebut, para peserta menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari akses pembiayaan, kendala produksi, hingga kesejahteraan petani tembakau dan garam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi berbagai aspirasi itu, Ferry memastikan Kementerian Koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) siap memberikan pendampingan sekaligus skema pembiayaan bagi koperasi. Pemerintah juga membuka peluang kemitraan dengan berbagai pihak agar unit usaha koperasi, termasuk yang berbasis pondok pesantren, dapat berkembang lebih profesional dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

"Kami mendorong pelaku UMKM bergabung dalam koperasi. Dengan wadah koperasi, usaha menjadi lebih produktif dan lebih mudah mendapatkan pendampingan maupun pembiayaan," ujar Ferry.

Menurut Ferry, pemerintah kini tengah melakukan transformasi besar terhadap koperasi melalui penguatan tata kelola, digitalisasi, serta rebranding agar koperasi kembali menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional yang sejajar dengan BUMN dan sektor swasta.

"Kita dorong koperasi masuk ke sektor produksi, distribusi, bahkan industri," tegasnya.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah regulasi yang membuka peluang koperasi mengelola berbagai sektor strategis. Ruang usaha tersebut meliputi pengelolaan Izin Usaha Pertambangan (IUP), sumur minyak rakyat (idle well), pengumpulan minyak jelantah dan biomassa untuk energi, pembangunan pabrik crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya, SPBU solar bagi nelayan, cold storage, hingga pabrik es.

Selain itu, koperasi juga didorong berperan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan, pengembangan ekonomi kreatif seperti industri animasi dan konten digital, hingga pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Dalam kesempatan tersebut, Ferry menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto dirancang sebagai badan usaha yang mampu menghasilkan keuntungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat.

"Koperasi ini bukan lembaga sosial semata, tetapi badan usaha yang sehat dan menguntungkan masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, pemerintah juga mengarahkan penyaluran berbagai barang subsidi dan program bantuan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program tersebut meliputi bantuan sosial, bantuan pangan non-tunai, Bantuan Langsung Tunai (BLT), hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui skema channeling.

Sementara itu, salah seorang tokoh pengusaha di Pamekasan mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap penguatan koperasi. Ia berharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih nantinya mampu menyerap hasil panen tembakau dan garam petani lokal sehingga dapat menjaga pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pamekasan yang saat ini mencapai 7,5 persen.



(abq/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads