Harga Daging Sapi di Lamongan Tembus Rp 130 Ribu/Kg, Ini Penyebabnya

Eko Sudjarwo - detikJatim
Kamis, 16 Jul 2026 16:15 WIB
Pedagang daging sapi di Lamongan libur jualan. (Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim)
Lamongan -

Lonjakan harga daging sapi pasca-Hari Raya Idul Adha mulai dikeluhkan pedagang pasar hingga pelaku usaha kuliner di Kabupaten Lamongan. Harga daging sapi kini meroket hingga menyentuh angka Rp 130 ribu per kilogram. Dampaknya, sejumlah pedagang memilih untuk meliburkan diri sembari menunggu kondisi harga kembali stabil.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan angkat bicara mengenai kenaikan harga ini. Kenaikan harga yang terjadi saat ini dinilai sebagai dampak dari 'anomali' siklus tahunan perayaan Idul Adha, di mana aktivitas penyembelihan dan transaksi keluar daerah meningkat tajam sehingga menguras stok sapi siap potong di tingkat lokal.

Kepala Disnakeswan Lamongan, Shofiah Nur Hayati memaparkan, selama momen Idul Adha volume pemotongan hewan kurban terbilang sangat masif. Berdasarkan basis data yang dihimpun instansinya, kata Shofiah, ribuan ekor sapi telah dipotong untuk kebutuhan kurban maupun didistribusikan ke luar wilayah Lamongan.

"Idul adha stok-stok sapi banyak yang dipotong, dari data kita 5.678 ekor dan yang dijual ke luar daerah ada sekitar 5.000 ekor," kata Shofiah Nur Hayati kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).

Selain dipicu oleh menipisnya pasokan pasca-kurban, papar Shofiah, fluktuasi harga di tingkat hilir juga dipengaruhi oleh naiknya harga sapi hidup di pasar-pasar hewan regional. Rata-rata, lanjut Shofiah, harga sapi di pasaran terpantau mengalami kenaikan sekitar Rp 1 juta per ekor.

Kondisi ini, lanjut dia, di satu sisi menunjukkan sisi positif dari pulihnya sektor peternakan pasca-keberhasilan penanggulangan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang berdampak pada peningkatan kualitas dan nilai jual sapi.

"Faktor kenaikan harga sapi dipengaruhi besarnya konsumsi masyarakat dan perbaikan kualitas sapi karena tidak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bisa ditanggulangi," tuturnya.

Untuk mengatasi gejolak harga ini, Disnakeswan Lamongan tengah menginisiasi program penambahan populasi di tingkat peternak. Langkah strategis ini diambil guna memastikan rantai pasok kembali normal dan harga daging di pasaran dapat berangsur turun.

Pihaknya menegaskan bahwa ketersediaan populasi sapi di Lamongan sebenarnya berada dalam kategori aman, hanya saja sebagian besar komoditas ternak yang tersisa saat ini memerlukan waktu pembesaran dan belum memasuki fase siap potong.

"Sebenarnya stok sapi aman tapi belum siap untuk dipotong, ya karena itu idul adha. Sedangkan sapi yang siap dipotong dari data Puskeswan ada 16.109," urai Shofiah.

Pemerintah daerah memproyeksikan stabilitas harga daging sapi di pasar-pasar tradisional Lamongan baru akan pulih secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan, seiring dengan pemulihan jumlah populasi ternak yang siap masuk ke rumah pemotongan hewan.

"Kemungkinan harga daging sapi bisa turun dua sampai 3 bulan ke depan, menunggu stok dan populasi ke angka yang lebih ideal," pungkasnya.



Simak Video "Video Menhub soal Kenaikan Tiket Pesawat: Range 9-13 %, Tak Boleh Lebih "

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork