Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, harga sapi kurban di sejumlah pasar hewan di Jawa Timur mulai meroket. Kenaikan bahkan tembus hingga Rp 3 juta per ekor seiring melonjaknya permintaan masyarakat.
Di Pasar Hewan Tikung, Lamongan, aktivitas jual beli hewan kurban mulai ramai dipadati pedagang dan pembeli dari berbagai daerah. Tingginya permintaan membuat harga sapi kurban mengalami kenaikan hingga 25 persen dibanding hari biasa.
Kepala UPT Pasar Hewan Tikung dan Babat, Isrofil mengatakan, peningkatan jumlah pedagang dan hewan ternak yang masuk ke pasar mulai terlihat dalam beberapa pekan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dibanding hari biasa, peningkatannya sekitar 25 persen. Harga sapi siap kurban juga naik sekitar Rp 1 juta sampai Rp 3 juta per ekor," kata Isrofil, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, lonjakan transaksi dipicu meningkatnya permintaan hewan kurban dari masyarakat, termasuk pembeli dari luar daerah yang berburu sapi lebih awal untuk mendapatkan kualitas terbaik.
Pasar Hewan Tikung sendiri menjadi salah satu pusat perdagangan ternak terbesar di Lamongan yang banyak didatangi pembeli dari sejumlah daerah seperti Sidoarjo, Krian hingga Gresik.
"Pedagang yang datang ke sini banyak dari luar kota. Perputaran uang dan hewannya juga cukup cepat," ujarnya.
Kondisi tersebut membawa berkah bagi para peternak dan pedagang sapi lokal. Salah seorang pedagang sapi, Ridwan, mengaku kenaikan harga sapi kurban tahun ini lebih terasa dibanding tahun sebelumnya.
Menurutnya, harga sapi yang biasanya dijual sekitar Rp 20 juta kini bisa menembus Rp 25 juta per ekor, tergantung jenis dan bobot ternak.
"Kalau dibanding hari biasa, kenaikannya bisa sampai Rp 3 juta per ekor. Tahun ini lebih bagus dibanding tahun lalu," kata Ridwan.
Ia menyebut jenis sapi seperti limosin, pegon dan simmental menjadi yang paling banyak diburu pembeli karena dianggap memiliki postur besar dan kualitas daging yang baik.
"Yang paling diminati biasanya limosin, pegon sama simmental. Apalagi yang bertanduk, itu cepat laku," tambahnya.
Lonjakan harga sapi kurban juga terjadi di pasar hewan di Lumajang. Kenaikan harga hewan kurban ini berkisar Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta per ekor tergantung ukuran sapi. Harga sapi yang sebelumnya Rp 16 juta kini menjadi Rp 17,5 juta.
Sedangkan untuk sapi berukuran besar dari Rp 27 juta kini menjadi Rp 30 juta per ekornya. Kenaikan harga hewan kurban ini lantaran banyaknya permintaan warga yang membeli sapi untuk disembelih saat perayaan Idul Adha mendatang.
"Harga sapi mahal soalnya mau kurbanan. Kenaikan Rp 3 juta. Kalau pembeli dari Jawa Barat, Purwakarta, Surabaya banyak ke sini," kata pedagang sapi, Budi.
Para pembeli pun mengaku harga sapi mengalami kenaikan dibandingkan hari biasanya. Para pembeli sengaja membeli sapi kurban lebih awal agar mendapatkan sapi dengan harga yang lebih terjangkau dengan kualitas bagus.
"Harga sapi semakin naik karena bentar lagi Idul Adha. Saya bawa ke Sidoarjo dapat harga Rp 23 juta. Biasanya harga Rp 20 juta," ujar Pembeli asal Sidoarjo, Durahman.
