Siapa Pembeli BBM dengan Jeriken yang Diprioritaskan SPBU di Sampang?

Kamaluddin - detikJatim
Senin, 08 Jun 2026 07:21 WIB
SPBU di Tamba'an, Camplong, Sampang (Foto: Kamaluddin/detikJatim)
Sampang -

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tamba'an, Camplong, Sampang mendapat sorotan karena memprioritaskan pembeli BBM yang membawa jeriken. Lalu siapa pembeli BBM yang diduga mendapat prioritas itu?

Dari informasi yang dihimpun, pembeli BBM yang membawa jeriken tersebut mengaku sebagai nelayan. Nelayan tersebut membantah bahwa ia membeli solar dengan jeriken.

"Ndak, jeriken itu punya saya buat solar kapal (nelayan) saya," kata Samsul pembeli BBM yang mengaku sebagai nelayan setempat, Senin (8/6/2026).

Samsul juga sempat melarang mengambil foto puluhan jeriken miliknya. "Buat apa foto-foto di sini (SPBU)," ujar Samsul dengan ketus.

Samsul kembali menegaskan bahwa jeriken miliknya bukan diisi solar melainkan Dexlite. Ia mengaku memiliki dua kapal nelayan yang butuh BBM agar tetap bisa melaut. Samsul menyebut terpaksa membeli Dexlite karena memang solar habis.

"Itu bukan solar kok katanya (petugas SPBU ), saya beli dengan harga Rp 24 ribu," cetus Samsul.

"Ya terpaksa (beli Dexlite), soalnya dua kapal saya mau Andun (berlayar keluar wilayah berhari hari) soalnya lagi musim ikan," imbuhnya.

Samsul juga mengaku membeli solar dengan jumlah besar untuk menghemat biaya transportasi. Ia mengaku mengisi juriken itu saat kondisi antrean sepi.

"Iya memang ditaruh di sana (gudang sebelah timur SPBU) dulu, soalnya pikap yang angkut belum datang," tandasnya.

Sebelumnya, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sampang mendapat sorotan. Bagaimana tidak, petugas SPBU lebih memprioritaskan pembeli BBM subsidi dengan jeriken daripada kendaraan.

Salah satunya di SPBU 54.692.06 Tamba'an, Camplong. Di sana banyak pengendara mengeluhkan layanan pembeli dengan jumlah besar dengan membawa jeriken.

Amir, salah satu sopir pikap mengaku hampir setiap hari ke SPBU tersebut. Namun nyaris setiap hari juga, ia tak kebagian BBM subsidi.

"Tadi katanya solarnya habis, tapi mereka (petugas SPBU) mengisi (solar) puluhan jurigen," kata Amir kepada detikJatim, Minggu (7/6/2026).

"Saat saya tanya yang diisikan ke jeriken itu, petugasnya mengatakan jeriken itu diisi Dexlite yang harganya Rp 24 ribu per liter katanya," imbuh Amir menirukan petugas.

Kejanggalan lain, lanjut Amir, meski disebut habis, namun di lokasi pengisin tak ada papan pengumuman BBM habis. Ia juga heran karena petugas mengisi BBM jenis Dexlite di pengisian khusus solar.

"Saya nggak tahu yang diisi itu memang Dexlite atau solar. Soalnya di blok itu hanya tertera tulisan solar. Padahal kalau blok yang tulisannya Dexlite Pertamina ada di sebelahnya, itu kan aneh," ungkapnya kesal.



Simak Video "Pertamina Talks 2026: Di Balik Layar Pertamina Menjaga Ketahanan Energi dan Bijak Berenergi"

(ihc/abq)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork