Pertamax Naik, Antrean Pertalite di Sejumlah SPBU Surabaya Mengular

Pertamax Naik, Antrean Pertalite di Sejumlah SPBU Surabaya Mengular

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Rabu, 10 Jun 2026 16:51 WIB
Antrean pembeli Pertalite di Surabaya mengular dampak Pertamax naik
Antrean pembeli Pertalite di Surabaya mengular dampak Pertamax naik/Foto: Jemmi Purwodianto/detikJatim
Surabaya -

Kenaikan harga Pertamax yang secara tiba-tiba, membuat pengendara di Surabaya kini lebih memilih menggunakan Pertalite. Hal ini berdampak pada antrean Pertalite yang mengular.

Para pengendara yang kehabisan BBM, mau tak mau harus mengantre lebih panjang untuk mengisi Pertalite, daripada harus membeli Pertamax yang kini harganya Rp 16.250.

Pantauan detikJatim sejumlah SPBU di Surabaya barat hingga Gresik, terpantau banyak kendaraan roda dua dan roda 4 mengantre panjang. Salah satunya di SPBU Pertamina 54.601.119 di Lidah Kulon, Lakarsantri Surabaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di SPBU tersebut, baik kendaraan roda 4 dan roda 2 mengantre untuk melakukan pengisian Pertalite. Pemandangan antrean tersebut tak seperti hari-hari biasanya.

ADVERTISEMENT

Antrean terjadi sejak pahi hingga siang sekitar pukul 12.30 WIB hingga di depan jalan menuju Citraland. Sementara pengisian Pertamax di SPBU tersebut, tampak lebih sepi dari biasanya. Mayoritas beralih ke Pertalite.

Imam, salah satu pengendara motor asal Jeruk mengaku kaget dengan kenaikan harga Pertamax per tanggal 10 Juni 2026 itu. Ia sempat mendatangi SPBU di Lidah Wetan, namun di sana juga terjadi antrean panjang pengisian Pertalite.

"Kaget dapat info tadi pagi katanya BBM Pertamax naik hingga Rp 16 ribuan. Tadi mau isi di Lidah Wetan, tapi antre, makanya ke sini. Karena biasanya antreannya gak panjang, ternyata sama saja," katanya, Rabu (10/6/2026).

Pemuda 29 tahun itu terpaksa berpindah ke BBM Pertalite imbas harga BBM jenis Pertamax naik hampir 4.000 liter. Ia pun terpaksa pindah mengisi kendaraannya dengan Pertalite agar bisa berhemat.

"Biasanya saya isi Pertamax terus. Tapi kalau naik seperti ini ya terpaksa pindah Pertalite yang lebih murah. Asal bisa jalan aja buat bekerja. Apalagi kondisi sulit begini mas," tambahnya

Tak hanya pengendara roda dua, Renaldi, warga Wisma Lidah Kulon rela mengantre mengisi Pertalite untuk mobilnya. Ia sempat menyesal tidak mengisi Pertamax sebelum mengalami kenaikan harga.

"Biasanya malam saya isi, tapi kemarin malam uda lelah, jadi saya tunda. Ternyata Pertamax naik diam-diam di tengah malam. Tahu gitu kemarin malam saya isi," kata Renaldi.

Ia selama ini menggunakan Pertamax sebagai bahan bakar mobil Ertiga miliknya. Namun, setelah mengalami kenaikan hampir 4.000 ribu, ia pun tidak sanggup jika harus mengisi menggunakan Pertamax agar mobilnya bisa berjalan untuk bekerja.

"Harganya terlalu mahal, kalau kenaikan jadi Rp 13 ribu atau Rp 14 ribu masih okelah. Ini naiknya Rp 3.950 , hampir Rp 4 ribu. Rp 16 ribu untuk Pertamax, mending saya belikan Pertalite. Karena sekali mengisi Pertamax kalau dulu Rp 500 ribuan. Tapi kalau sekarang bisa sampai Rp 700 ribuan lebih," tuturnya.


Tak hanya di Surabaya, beberapa SPBU SPBU Pertamina di Gresik juga mengalami antrean panjang. Salah satunya SPBU 54-61108 Morowudi, Gresik. Disana juga terpantau mengalami antrean panjang.

Hal yang sama terjadi di SPBU 54.611.24 Suci, Manyar Kabupaten Gresik. Antrean pengisian Pertalite mengular panjang, sementara Pertamax lebih lenggang.

Sementara itu, di SPBU 54.661.05 Sukomukyo, Manyar untuk pertalite habis. Untuk pengisian BBM jenis pertamax di SPBU tersebut mengalami penurunan pembeli dari biasanya.

"Untuk pertalite belum datang. Orang-orang terpaksa pindah pertamax. Tapi menurun tak seramai biasanya karena harga naik," kata Umar, petugas pengisian SPBU Sukomulyo.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads