Sepekan menjelang Hari Raya Iduladha lalu lintas perdagangan hewan di sejumlah pasar di Tulungagung meningkat. Tak hanya itu harga sapi dan kambing kurban juga menjalani peningkatan.
Salah seorang pedagang sapi di Pasar Hewan Terpadu (PHT) Sumberdadi, Kecamatan Sumbegempol, Tulungagung, Rizal mengatakan jumlah permintaan hewan kurban tahun cenderung lebih baik dibandingkan tahun lalu.
"Sampai saat ini saya sudah menjual sekitar 10 ekor sapi," kata kata Rizal, Kamis (20/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya saat ini harga jual sapi kurban mulai mengalami kenaikan rata-rata Rp2 juta/ekor. Sementara itu harga sapi kurban berada di atas Rp20 juta hingga Rp30 juta.
"Ini yang saya jual ada yang Rp26 juta, Rp28 juta. Ya rata-rata di atas Rp20 juta," ujarnya.
Salah satu jenis sapi yang menjadi buruan masyarakat untuk kurban adalah jenis limousin. Jenis ini memiliki bobot yang lebih tinggi meskipun harganya di atas rata-rata.
Di sisi lain aktivitas perdagangan kambing dan domba di PHT Tulungagung juga mengalami lonjakan. Salah seorang pedagang Tohari, mengatakan harga kambing kurban ukuran sedang dijual antara Rp3,5 juta-Rp5 juta, tergantung jenis dan ukurannya.
"Seperti milik saya tadi ya jual Rp4,8 juta, jenis Jawa Randu," kata Tohari.
Dijelaskan tingginya jumlah permintaan hewan kurban langsung berdampak pada peningkatan harga. Seekor kambing rata-rata meningkat antara Rp300-400 ribu.
"Musim ini saya siapkan sekitar 15 ekor Alhamdulillah laku, di rumah bada lika ekor tapi tinggal mengirim ke pemesan," jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tulungagung, Agus Suswantoro, mengatakan lalu lintas perdagangan di pasar hewan mengalami peningkatan. Hari ini terpantau 900 ekor sapi diperdagangkan di PHT Tulungagung.
"Untuk kambing ada sekitar 700 ekor yang diperdagangkan. Para pedagang yang berjualan di PHT ini berasal dari Tulungagung dan beberapa daerah sekitarnya, seperti Blitar, Kediri, Trenggalek dan Ponorogo," ujarnya.
Menghadapi Iduladha, tim Disnakeswan Tulungagung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah hewan kurban, guna memastikan kesehatan hingga kelayakan.
"Pemeriksaan ante mortem meliputi kesehatan gigi, liur, mukosa mata, telinga, hingga fisik luar hewan. Alhamdulillah kondisinya memenuhi syarat," jelasnya.
(auh/abq)
