Seekor sapi limosin milik peternak asal Desa Pesawahan, Kecamatan Porong, Sidoarjo terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden RI untuk Hari Raya Idul Adha 2026. Sapi milik Koyik itu memiliki bobot mencapai sekitar 1 ton dan akan disalurkan ke wilayah Kecamatan Jabon.
Program bantuan presiden (Banpres) hewan kurban tersebut disalurkan melalui Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur. Setiap kabupaten/kota mendapatkan jatah satu ekor sapi kurban dari Presiden RI.
Kabid Produksi Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, dr H Erwin Priatmoko mengatakan, sapi tersebut dipilih dari peternak lokal sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada peternak daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Program Banpres dari Presiden RI ini setiap kabupaten/kota mendapat satu ekor sapi. Dipilih dari peternak lokal agar peternak semakin semangat dan berkembang," kata Erwin kepada wartawan di Porong, Rabu (20/5/2026).
Erwin menjelaskan, sapi jenis limosin itu milik peternak bernama Koyik. Sapi tersebut telah melalui pemeriksaan kesehatan secara ketat sebelum dinyatakan layak menjadi hewan kurban bantuan presiden.
"Kondisinya sangat sehat, bugar dan segar. Tidak ditemukan gejala penyakit menular seperti PMK maupun LSD. Jadi sangat layak dan direkomendasikan untuk hewan kurban," jelasnya.
Menurutnya, perawatan sapi dilakukan secara rutin dengan mengutamakan kualitas pakan. Pihak peternak juga tidak memberikan obat-obatan kimia guna menghindari residu berbahaya pada hewan.
"Tidak diberi obat kimia, hanya vitamin selama tiga sampai empat hari karena zatnya cepat hilang dalam tubuh. Fokusnya memang di pakan berkualitas dan pemeliharaan rutin sesuai arahan pemerintah," ungkapnya.
Erwin menambahkan, sapi tersebut sempat ditimbang dua minggu lalu dengan berat mencapai 980 kilogram. Saat ini beratnya diperkirakan sudah menembus lebih dari 1 ton.
"Pertumbuhan berat badannya stabil. Sekarang kemungkinan sudah di atas 1 ton," tambahnya.
Sapi bantuan presiden itu rencananya diserahkan ke salah satu masjid di Kecamatan Jabon. Wilayah tersebut dipilih berdasarkan pertimbangan pemerataan bantuan daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Atas arahan Pak Bupati disalurkan ke Kecamatan Jabon karena dinilai layak menerima bantuan daging kurban. Ini juga jatah pertama untuk wilayah Jabon," terangnya.
Sementara itu, pemilik sapi, Koyik mengaku tidak menyangka sapi peliharaannya dibeli sebagai hewan kurban Presiden RI. Ia baru sekitar tiga tahun menekuni usaha peternakan sapi.
"Saya awalnya tidak menyangka sama sekali. Baru pertama kali ini sapi saya dibeli untuk Presiden," kata Koyik.
Ia menceritakan sapi limosin tersebut dibeli saat masih kecil dari Probolinggo dengan harga sekitar Rp 14 juta. Setelah dirawat selama lebih dari empat tahun, sapi itu akhirnya terjual dengan harga Rp 102 juta.
"Awalnya ditawar Rp 105 juta, akhirnya deal Rp 102 juta. Yang membeli perwakilan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
Menurut Koyik, hasil penjualan sapi itu akan digunakan kembali untuk mengembangkan usaha peternakannya dengan membeli bibit sapi baru.
"Uangnya tidak dipakai habis, rencananya untuk beli bibit lagi supaya usaha ternak saya bisa lebih besar," pungkasnya.
(auh/hil)
