Belasan lapak hewan kurban berjejer di sepanjang Jalan Ir Soekarno (MERR), Surabaya. Menjelang Idul Adha 2026, para pedagang menjual berbagai hewan kurban mulai dari sapi, kambing hingga domba.
Pantauan detikJatim, sebagian besar lapak buka selama 24 jam. Sejumlah pedagang juga mulai putar otak agar pembeli tertarik, mulai dari promosi online, gratis ongkir, hingga memberikan souvenir lucu untuk pelanggan.
Meski kondisi ekonomi lesu, para pedagang mengaku tetap optimistis. Salah satunya di Lapak Zio Farm dan Pangestu Jaya Farm.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pedagang dari lapak tersebut, Muhammad Faisal mengaku penjualan sapi tahun ini justru meningkat dibanding tahun lalu. Berbeda dengan kambing yang persaingannya semakin ketat karena banyaknya lapak bermunculan.
"Kalau penjualan tahun 2026 ini alhamdulillah meningkat untuk sapi. Kalau kambing memang pesaingnya banyak," kata Faisal kepada detikJatim, Senin (18/5/2026).
Faisal mengatakan, banyak pedagang mengalami kerugian pada musim kurban 2025. Faktor cuaca dan menurunnya jumlah pembeli menjadi penyebab utama.
"Tahun 2025 kemarin hampir 80-90% pedagang rugi. Faktor cuaca sama pembeli berkurang," ujarnya.
Namun tahun ini, ia mengaku penjualan mulai menggeliat. Dalam 10 hari membuka lapak, puluhan sapi dan hampir seluruh kambing miliknya sudah terjual.
"Alhamdulillah baru buka sekitar 10 hari, sapi sudah terjual sekitar 50 ekor. Kalau kambing stok 22 ekor, tinggal sisa 2," jelasnya.
Hewan kurban yang dijual Faisal didatangkan dari Probolinggo dan telah melalui pemeriksaan kesehatan. Ia menyebut kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) juga mulai menurun dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Menurutnya, cuaca tetap menjadi tantangan terbesar terutama bagi kambing yang lebih rentan sakit saat musim hujan. Untuk menjaga kondisi hewan, ia memilih menggunakan ramuan tradisional.
"Setiap tahun pakai jamu tradisional seperti temulawak, kunyit, telur kampung untuk menjaga kondisi sapi dan kambing," ungkapnya.
Ia juga mulai menyediakan domba dengan harga lebih terjangkau untuk masyarakat yang ingin tetap berkurban. Lapaknya pun buka 24 jam penuh untuk melayani pembeli jelang Idul Adha.
"Kalau domba relatif lebih murah, sekitar Rp 2 jutaan. Jadi untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah tetap bisa berkurban sesuai syariat," tambahnya.
Sementara itu, pengelola lapak lainnya, Satrio Nursuryo mengatakan, tren pembelian hewan kurban ekonomis masih cukup tinggi. Domba dengan harga Rp 2,5 juta hingga Rp 3 jutaan menjadi incaran pembeli.
"Kalau domba biasanya orang cari yang Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta. Yang ekonomis memang banyak dicari," kata Satrio.
Ia menyebut tahun lalu lapaknya mampu menjual lebih dari 150 ekor hewan kurban. Tahun ini, penjualan cenderung lebih lesu dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Kalau tahun kemarin baru buka satu hari bisa terjual 20 lebih. Tahun ini masih banyak yang lihat-lihat, mungkin karena long weekend juga," ujarnya.
Satrio mengatakan lapaknya juga mengandalkan penjualan online lengkap dengan katalog digital. Mereka menawarkan gratis ongkir untuk wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.
Selain itu, berbagai strategi promosi dilakukan agar tetap menarik perhatian pembeli di tengah banyaknya kompetitor. Salah satunya dengan membuka lapak non-stop selama 24 jam hingga memberi souvenir lucu untuk pelanggan.
"Tiap pembeli satu hewan kurban sapat souvenir boneka domba," katanya.
Ia juga memberikan layanan gratis pengiriman ke wilayah Surabaya Raya. "Pengiriman ke Surabaya, Sidoarjo, Gresik gratis. Kalau luar wilayah juga masih bisa dibicarakan," pungkasnya.
Mayoritas lapak hewan kurban di Jalan Ir. Soekarno (MERR) bakal buka hingga H-1 sampai hari H Idul Adha 2026 atau tepatnya pada 27 Juni 2026.
(auh/hil)
