Kenaikan harga plastik di pasaran tidak berdampak pada puluhan pelaku UMKM kuliner tradisional di Kabupaten Lumajang. Para pedagang di Sentra Jajanan Tradisional Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Kota Lumajang tetap bertahan dengan kemasan ramah lingkungan.
Sejak hampir tiga tahun terakhir, para pedagang telah beralih menggunakan bahan alami seperti daun pisang dan karton untuk membungkus makanan dagangan mereka.
Salah satu pedagang, Umi Badriah, mengaku telah lama meninggalkan penggunaan plastik dan memilih daun pisang sebagai pembungkus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hampir 3 tahun jualan, bungkusnya pakai daun seperti orang dulu. Saya pakai daun, tidak pakai plastik. Dengan kenaikan plastik, saya tidak terpengaruh," ujar penjual jajan tradisional Umi Badriah kepada detikJatim Senin (13/4/2026).
Hal serupa juga disampaikan Khusnul Khotimah, penjual terang bulan yang telah menggunakan karton sebagai kemasan selama lebih dari dua tahun.
"Jualan terang bulan saya, jualan 2 tahun lebih, bungkusnya pakai karton. Dengan kenaikan plastik, gak terdampak," katanya.
Penggunaan kemasan alami ini juga mendapat respons positif dari pengunjung. Selain dinilai ramah lingkungan, pembungkus dari daun pisang memberikan aroma khas pada makanan.
"Pembungkus pakai daun aromanya harum, dan kembali ke zaman dulu serta ramah lingkungan," kata Pengunjung Emilia.
Sentra Kuliner Tradisional "Dodolan Kampung" di Kelurahan Ditotrunan yang berdiri sejak Juli 2023 memang telah menerapkan penggunaan bahan ramah lingkungan sebagai kemasan. Para pedagang didorong menggunakan daun pisang dan karton sebagai pengganti plastik.
