Peningkatan Harga Plastik Menambah Jumlah Pemulung di TPS

Peningkatan Harga Plastik Menambah Jumlah Pemulung di TPS

Esti Widiyana - detikJatim
Sabtu, 11 Apr 2026 23:00 WIB
Pemulung memilah sampah plastik di TPS Surabaya, memanfaatkan kenaikan harga plastik yang kini berdampak pada penumpukan sampah di area penampungan.
Pemulung memilah sampah plastik di TPS Surabaya, memanfaatkan kenaikan harga plastik (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Jumlah pemulung di tempat penampungan sementara (TPS) di Surabaya terus bertambah. Salah satu faktor yang memicu peningkatan jumlah pemulung ini adalah peningkatan harga plastik secara signifikan.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, M Fikser, mengatakan bahwa kenaikan harga plastik belum berdampak terhadap volume sampah yang masuk ke TPS. Namun, para pemulung memanfaatkan situasi tersebut dengan memilah sampah plastik langsung di lokasi.

"Masih banyak sampah plastik yang kami temukan di lapangan. Kemudian juga mungkin sekarang karena (harga plastik) naik ya, akhirnya juga pemulung memanfaatkan harga itu untuk memilah-milah di TPS," kata M Fikser, Sabtu (11/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, keberadaan sampah plastik di TPS menjadi daya tarik bagi pemulung untuk datang dan memilah sampah bernilai ekonomis. Namun, aktivitas tersebut dinilai justru memperparah penumpukan sampah karena ruang di TPS berkurang akibat proses pemilahan.

"Justru banyak pemulung memilah sampah plastik yang banyak saat ini. Itu yang kemudian kita tertibkan di TPS karena mengganggu TPS dari aktivitas pengambilan sampah," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Pemerintah Kota Surabaya pun melakukan penertiban terhadap pemulung di area TPS karena dianggap mengganggu proses pengangkutan sampah. Selain itu, aktivitas pemilahan juga berdampak pada keterbatasan ruang penampungan.

"Nah, banyaknya pemilah sampah atau pemulung sampah plastik di TPS ini juga berakibat pada ruang atau luasan TPS menjadi berkurang. Akibatnya seluruh sampah itu keluar, meluber dari dalam TPS keluar sampai ke jalan-jalan," pungkasnya.



(ihc/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads