Harga Plastik di Lamongan Naik hingga 100%, Pedagang dan UMKM Menjerit

Harga Plastik di Lamongan Naik hingga 100%, Pedagang dan UMKM Menjerit

Eko Sudjarwo - detikJatim
Sabtu, 11 Apr 2026 17:45 WIB
Harga Plastik di Pasar Baru Lamongan Naik hingga 100%, Pedagang dan UMKM Menjerit
Harga Plastik di Pasar Baru Lamongan Naik hingga 100%, Pedagang dan UMKM Menjerit (Foto: Eko Sudjarwo/ detikjatim)
Lamongan -

Harga berbagai jenis plastik di pasar tradisional Lamongan melonjak tajam hingga mencapai 100 persen. Kenaikan ini terjadi pasca Lebaran dan dipicu oleh dampak konflik global serta naiknya harga bahan baku.

Pantauan di sejumlah toko grosir di Pasar Baru Lamongan menunjukkan hampir semua produk plastik mengalami kenaikan harga. Mulai dari plastik jenis PE, PP, hingga perlengkapan minuman seperti gelas sekali pakai, semuanya terdampak.

Salah satu pedagang grosir, Sebrian Farid Sandi, mengatakan lonjakan harga sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, kenaikan bervariasi mulai 60 persen hingga menyentuh 100 persen, dan terasa semakin signifikan setelah Hari Raya Idul Fitri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang sebelumnya Rp11 ribu sekarang jadi Rp19 ribu per pak. Gelas plastik yang dulu Rp8 ribu sekarang bisa sampai Rp20 ribu per slop," kata Farid kepada wartawan, Sabtu (11/4/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Farid, kenaikan harga ini tidak lepas dari dampak konflik internasional yang memengaruhi pasokan dan harga bahan baku plastik di pasaran. Ia juga menyebut banyak pelanggan terkejut dengan lonjakan harga tersebut.

"Dampaknya, terutama pembeli kaget semua ya. Soalnya kenaikannya sekitar 60% sampai 100%. Plastik-plastik ini dulu cuma Rp11.000, sekarang jadi Rp19.000," ujarnya saat ditemui di tokonya.

Tak hanya plastik kiloan, perlengkapan usaha kuliner seperti gelas plastik juga mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi. Meski demikian, Farid mengaku omzetnya masih relatif stabil karena plastik merupakan kebutuhan utama bagi pedagang lain. Namun, ia khawatir jika harga terus mengalami kenaikan.

"Sebelumnya ya cuma Rp9 ribu, Rp8 ribu per slop. Kalau sekarang bisa Rp12 ribu, ada yang sampai Rp20 ribu," tambahnya.

Kondisi ini juga dirasakan pelaku usaha kecil. Kenaikan harga plastik dinilai mencekik para pelaku usaha mikro yang sangat bergantung pada kemasan plastik. Salah satunya Suhardi, pedagang es batu yang kerap membeli plastik di Pasar Baru.

Suhardi mengaku terpaksa menaikkan harga jual agar tidak merugi.

"Modal plastik dulu Rp9.500, sekarang jadi Rp15 ribu per pak. Terpaksa harga jual ikut naik," kata Suhardi.

Kenaikan harga plastik ini membuat beban operasional pelaku UMKM semakin berat. Mereka khawatir kondisi ini akan berdampak pada daya beli masyarakat, sehingga harus memutar otak agar usaha tetap berjalan dan tidak merugi. Penyesuaian harga jual pun menjadi langkah yang tak terhindarkan untuk menutup biaya produksi yang meningkat.

Para pedagang dan pelaku usaha berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga bahan baku di pasaran. Sebab, plastik merupakan kebutuhan utama dalam aktivitas usaha sehari-hari, terutama bagi sektor usaha kecil.

"Harapannya, kalau bisa plastik kembali ke harga dulu lagi. Kalau kemahalan kami sulit, Mas. Kasihan juga yang jualan kalau bahan bakunya mahal," pungkasnya.



(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads