Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) mengontrol langsung ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di titik-titik krusial salah satunya di pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas memastikan seluruh kebutuhan operasional kapal yang beroperasi di penyeberangan pelabuhan Ketapang - Gilimanuk tidak akan terkendala kebutuhan BBM. PT. ASDP Indonesia Ferry Ketapang telah mendapatkan suplai BBM dengan berkala dan cadangan kebutuhan BBM sesuai aturan yang ada yakni 20 hari.
"Cadangannya di depo penyimpanan itu sampai 20 hari, bahkan saat belum mencapai 20 hari, saat 16 hari itu kembali diisi," tegas Wahyudi Anas, Sabtu (14/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BPH Migas mencatat, berdasarkan laporan Pertamina Patraniaga suplai BBM untuk kebutuhan ASDP sebanyak 4 trip dengan cadangan tangki yang siap mengisi fuel storage tank BBM yang tertanam di terminal BBM Dermaga LCM.
"Kami juga mengajak Pertamina terkait kesiapan BBM dalam melayani kesiapan ASDP dan alhamdulillah tadi stock nya sangat aman untuk melayani seluruh kebutuhan Ketapang Banyuwangi ini," jelas Wahyudi.
"Untuk BBM ketersediaan yakni 4 trip setara 16.000 kl untuk layanan ASDP dan sudah disediakan tangki2 cadangan oleh Pertamina," tambahnya.
Sementara Eksekutif General Manager Patra Niaga Iwan Yudha Wibawa memprediksi peningkatan kebutuhan BBM selama arus mudik dan balik diperkirakan naik sebanyak 5-6%.
"Kita mengantisipasi lonjakan jumlah pengguna BBM pada arus mudik dan balik ini biasanya naik antara 5-6%. Nah solar itu biasanya turun karena ada pembatasan angkutan roda 6 yang turun 3-4%," tegasnya.
Secara kebutuhan Nasional dipastikan aman selama 20 hari dan saat ketersediaan menyusut di hari ke-16 Pertamina akan langsung mengisi ulang.
Tak ada kekurangan cadangan BBM secara Nasional sehingga masyarakat diminta untuk tidak panick buying atau bahkan melakukan tindakan penimbunan.
(ihc/dpe)
