Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkunjung ke Surabaya. Dalam kunjungan kerjanya di Gedung Mahameru Polda Jatim dia menyinggung tentang mitigasi permasalahan global imbas ketegangan di Timur Tengah.
"Bagaimana situasi global yang saat ini sedang terjadi dan tentunya membutuhkan suatu mitigasi dan suatu sikap yang tentunya harus dilaksanakan oleh bangsa Indonesia, dan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) berkali-kali sudah menyampaikan bagaimana beliau turut aktif dalam melaksanakan posisinya sebagai negara non blok yang aktif dalam perdamaian dunia," ujar Listyo saat menggelar konferensi pers, Sabtu (14/3/2026).
"Yang tentunya juga bagaimana beliau (Presiden RI Prabowo Subianto) beserta negara-negara lain berusaha untuk agar konflik yang terjadi di Timur Tengah bisa segera mereda," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di satu sisi, Listyo menyampaikan atensi tentang dampak dari konflik yang terjadi di Timur Tengah. Salah satu di antaranya mengenai peningkatan harga minyak dunia.
"Di satu sisi juga harus menghadapi implikasi terkait dengan krisis global yang muncul dari meningkatnya minyak," ujarnya.
Ia mengaku bersyukur lantaran pemerintah diklaim telah melakukan sejumlah langkah antisipasi. Supaya harga BBM di tanah air tak terdampak.
"Alhamdulillah dari berbagai langkah yang dilakukan oleh pemerintah terkait dengan kemungkinan potensi terjadinya kenaikan harga minyak sudah dirapatkan dan kemudian masyarakat tidak usah khawatir khususnya terhadap harga-harga BBM yang selama ini selalu dalam subsidi pemerintah. Baik itu ron 9.2 ya, ron 9.0 atau bensin ya, saya yang sebut dan solar, pemerintah tetap akan memberikan subsidi. Sehingga masyarakat tidak usah terlalu khawatir dan kemudian justru berjuang jadi panik lagi," jelasnya.
Listyo menerangkan pemerintah akan menjaga agar harga-harga BBM yang disubsidi tetap terjaga. Begitu pula dengan ketahanan pangan yang tengah berlangsung.
"Di satu sisi juga kita terus ingin agar semua yang ada kemudian kita hadapi bersama dan utamanya adalah manakala seluruh potensi bangsa yang kita miliki ini bersatu untuk kemudian ke depan kita bersama-sama bisa berdiri di atas kaki sendiri dengan mendorong program-program Bapak Presiden terkait dengan ketahanan pangan," ujarnya.
Dia juga menyampaikan tentang antisipasi terhadap dampak konflik pada ketahanan energi. Terutama terkait dengan program-program hilirisasi yang telah menciptakan lapangan pekerjaan di tanah air.
"Sehingga Indonesia betul-betul bisa mengelola sumberdaya alam yang kita miliki, kekayaan alam yang kita miliki untuk bisa kita kelola dengan baik memanfaatkan momentum demografi yang ada, untuk kita bisa menuju visi Indonesia Emas 2045, menjadi negara maju," tutupnya.
(ihc/dpe)
