Pemkab Gresik Segera Perbaiki Traffic Light dan Jalan Berlubang Menganti

Pemkab Gresik Segera Perbaiki Traffic Light dan Jalan Berlubang Menganti

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Rabu, 11 Mar 2026 19:45 WIB
Jalan berlubang di Menganti yang telah ditambal Tim URC Dinas PUTR Gresik.
Jalan berlubang di Menganti yang telah ditambal Tim URC Dinas PUTR Gresik. (Foto: Jemmi Purwodianto/detikJatim)
Gresik -

Pemkab Gresik segera memperbaiki sejumlah traffic light yang tidak berfungsi di beberapa titik di Kecamatan Menganti. Kerusakan lampu lalu lintas tersebut sebelumnya dikeluhkan warga karena memicu kemacetan parah, terutama pada jam sibuk.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, mengatakan pihaknya telah meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik untuk segera melakukan perbaikan.

"Sudah saya minta Dishub memperbaiki segera," kata Alif, Rabu (11/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, perbaikan lampu lalu lintas tersebut ditargetkan rampung sebelum momen arus mudik Lebaran. Hal itu dilakukan agar kemacetan di sejumlah persimpangan di Menganti dapat diminimalkan.

Pemkab Gresik berharap langkah perbaikan ini bisa memperlancar arus lalu lintas, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Apalagi sebentar lagi Kabupaten Gresik akan menyambut para pemudik dari perantauan," jelasnya.

Selain memperbaiki traffic ligth, lanjut Alif, pihaknya juga telah meminta Tim URC Dinas PUTR Kabupaten Gresik menambal jalan-jalan yang berlubang di sekitar perempatan Pasar Menganti.

"Tadi siang sudah ditambal. Semoga dengan ini kendaraan bisa melintas dengan lancar dan tidak lagi terjadi kemacetan karena menghindari jalan berlubang," pungkasnya.

Sebelumnya, pengendara yang melintas di wilayah Kecamatan Menganti diminta lebih waspada. Pasalnya, ada tiga persimpangan jalan yang kerap mengalami kemacetan parah, terutama saat jam sibuk pagi dan sore hari.

Ketiga persimpangan tersebut yakni perempatan pasar menganti, perempatan Bringkang dan Pertigaan Boboh. Selain sempitnya jalan, penyebab kemacetan yang sering terjadi di ketiga persimpangan tersebut tidak berfungsinya traffic ligth hingga masih belum dipasang rambu-rambu pengatur lalu lintas.

Ditambah lagi, adanya supeltas yang lebih mendahulukan para pengendara yang memberi uang, memicu antrean ratusan meter hingga 2 kilometer. Kemacetan ini tidak hanya memperlambat arus kendaraan, tetapi juga sering memicu antrean panjang hingga ratusan meter.

Kemacetan di perempatan pasar Menganti, selain tidak ada traffic ligth, jalan yang sempit hingga berlubabg membuat kendaraan dari berbagai arah mengalami kemacetan panjang. Mulai pagi hingga sore menjelang buka puasa, perempatan tersebut menjadi titik kemacetan parah di Kecamatan Menganti.

Titik kemacetan parah yang kedua yakni perempatan Bringkang. Meski jalan Menganti-Wiyung sudah diperlebar oleh Pemerintah Kabupaten Gresik, kemacetan terjadi di Jalan Provinsi Menganti dan Kedamean.

Di perempatan Bringkang, terdapat traffic light yang tidak berfungsi. Meski bertahun-tahun rusak, traffic ligth tersebut tak kunjung diperbaiki oleh dinas terkait.

"Ini sudah rusak bertahun-tahun. Setau saya uda hampir 8 tahun gak berfungsi. Makanya dijaga polisi cepek (Supeltas)," kata Januri, salah satu pengendara dari Kedamean, Rabu (11/3/2026).




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads