Langganan Macet, Warga Keluhkan Sempitnya Perlintasan KAI Cerme Gresik

Langganan Macet, Warga Keluhkan Sempitnya Perlintasan KAI Cerme Gresik

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Rabu, 11 Feb 2026 19:15 WIB
Kemacetan di kawasan Cerme, Gresik
Kemacetan di Gresik/Foto: Jemmi Purwodianto/detikJatim
Gresik -

Perlintasan Kereta Api Indonesia (KAI) di Jalan Raya Cerme Lor, Gresik dikeluhkan warga. Perlintasan tersebut dikeluhkan lantaran menjadi langganan kemacetan mulai pagi hingga sore, terutama saat jam-jam sibuk.

Pantauan detikJatim, hampir setiap hari antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter. Apalagi, saat palang pintu tertutup saat kereta api melintas.

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya penyempitan badan jalan di sekitar perlintasan yang dinilai menjadi penyebab utama terjadinya penumpukan kendaraan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Putra, warga Benjeng, salah satu pengendara yang hampir setiap pagi dan sore melintas di jalur tersebut, mengaku kerap terjebak macet saat berangkat maupun pulang bekerja.

ADVERTISEMENT

"Kalau pagi sekitar jam enam sampai delapan itu pasti padat. Kalau sore begini, paling parah jam empat sampai jam enam sore. Begitu palang pintu tertutup, kendaraan langsung menumpuk panjang. Apalagi jalannya menyempit pas di rel kereta api," kata Putra, Rabu (11/2/2026).

Putra menambahkan, kemacetan bisa berlangsung cukup lama. Terutama ketika banyak truk-truk besar yang nekat melintas saat jam-jam padat.

"Ditambah lagi, saat ada lebih dari satu kereta melintas dalam waktu berdekatan. Kadang sudah buka, belum lama tutup lagi karena ada kereta susulan. Itu yang bikin antrean makin panjang," tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Ismanto, warga Cerme. Ia menilai kondisi perlintasan saat ini sudah tidak sebanding dengan volume kendaraan yang melintas setiap hari, terutama kendaraan pekerja dan truk industri.

"Sekarang kendaraan makin banyak, apalagi jam berangkat dan pulang kerja. Jalan di sekitar rel itu terasa sempit, jadi arus dari dua arah saling berebut. Apalagi truk-truk berukuran besar, jadi makin bikin macet," kata Ismanto.

Ia berharap, ada solusi konkret dari pihak terkait, baik berupa pelebaran perlintasan atau flyover untuk mengurai kemacetan. Menurutnya, keberadaan Tol Krian Bunder tak memberikan dampak kemacetan dari arah Bunder menuju Menganti.

"Udah tol harganya mahal, keluarnya pun sebelum perlintasan kereta api. Harusnya kan keluarnya daerah Boboh atau Domas sana," keluh Ismanto.

Warga berharap, pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat melakukan evaluasi terhadap kondisi perlintasan tersebut agar tidak terus menjadi titik kemacetan kronis yang merugikan pengguna jalan.

"Semoga ada solusi, biar pergi atau pulang kerja gak kena macet. Sudah bertahun-tahun saya selalu kena macet di sini. Mungkin warga lainnya juga," pungkasnya.




(auh/hil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads