Sejak 1990, Kacang Goreng Pasir Jombang Laris Manis Jelang Lebaran

Sejak 1990, Kacang Goreng Pasir Jombang Laris Manis Jelang Lebaran

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Rabu, 11 Mar 2026 18:00 WIB
Pembuatan Kacang Goreng Pasir di Jombang
Pembuatan Kacang Goreng Pasir di Jombang (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Hari raya Idul Fitri menjadi berkah bagi produsen kacang goreng pasir di Jombang. Omzet penjualan camilan tradisional ini naik dua kali lipat. Menariknya, produksi kacang goreng ini sangat tradisional.

Itulah yang dinikmati Syaifullah (58), produsen kacang goreng pasir di Dusun Mlaten, Desa Selorejo, Mojowarno, Jombang. Selama Ramadan, ia harus bekerja keras memenuhi pesanan dari berbagai daerah.

Ya, sebab permintaan terhadap produknya, kacang goreng pasir Cap Petani naik signifikan dibandingkan bulan biasa. Meski jadul, camilan ini digandrungi para penikmatnya di Jombang, Surabaya, Banyuwangi, Ponorogo, serta beberapa daerah di Jateng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah agak meningkat dari hari biasa, permintaan bertambah. Kalau hari biasa 60-90 Kg, menjelang Lebaran 90-200 Kg per hari," terangnya kepada wartawan di lokasi, Selasa (10/3/2026).

Seperti hari ini, Syaifullah dibantu sejumlah pegawainya memproduksi 160 Kg kacang goreng pasir. Kacang jenis hibrida dan lokal lebih dulu dicuci bersih, lalu dijemur sampai kering.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, kacang digoreng menggunakan pasir sungai di wajan jumbo. Produksinya masih manual dan tradisional. Tungkunya saja terbuat dari bata dan tanah, serta masih berbahan bakar kayu.

Begitu pula proses pembersihannya setelah kacang matang dan renyah. Emak-emak menggunakan tampah bambu untuk memisahkan kacang dari butiran-butiran pasir yang menempel.

"Menggorengnya pakai pasir sungai, makanya disebut kacang goreng pasir," jelasnya.

Supaya produksinya tetap optimal, Syaifullah menyesuaikan jam kerja para pegawainya selama Ramadan. Jika bulan biasa pukul 06.30-15.00 WIB, selama bulan puasa dimajukan setelah subuh sampai pukul 12.00 WIB.

Sedangkan untuk menyesuaikan selera pasar, Syaifullah membagi produknya menjadi dua jenis. Yaitu kacang goreng pasir enak Rp 40.000/Kg dan kacang goreng pasir sederhana Rp 37.000/Kg.

Permintaan yang tinggi menjelang Hari Raya Idul Fitri automatis mendongkrak omzet penjualanya. Manisnya laba dari kacang goreng pasir Cap Petani ini buah perjuangannya merintis bisnis ini sejak 1990 silam.

"Selama Ramadan menjelang lebaran ini omzet Rp 7-8 juta per hari," tandasnya.



(auh/irb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads