Cuaca buruk yang melanda perairan Laut Jawa membuat distribusi energi ke Pulau Bawean, Gresik, terganggu. Dampaknya, pasokan LPG 3 kilogram sempat langka dan harganya melonjak. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga mengirimkan 9.000 tabung LPG ke wilayah kepulauan itu.
Terhentinya pelayaran akibat cuaca buruk menyebabkan pasokan BBM dan LPG ke Pulau Bawean tersendat. Selama sepekan terakhir, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga perdagangan warga pun ikut terganggu.
Kondisi cuaca buruk itu, membuat operasional kapal pengangkut logistik ke Pulau Bawean terhambat. Hal itu membuat aktivitas ekonomi dan sosial warga Bawean nyaris lumpuh. Mau tidak mau, warga harus mengeluarkan uang lebih untuk mendapatkan kebutuhan energi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa pekan terakhir cuaca buruk yang terjadi di Laut Jawa mengakibatkan terkendalanya operasional kapal logistitik, termasuk kapal pengangkut BBM dan LPG ke Pulau Bawean. Apalagi, di Pulau Bawean LPG 3 Kg mulai dijual hingga Rp 55 ribu.
Untuk itu, segala mitigasi dan antisipasi dilaksanakan Pertamina Patra Niaga untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi.
Hal itu disampaikan langsung oleh Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi. Ia menyebut, koordinasi lintas sektor masif dilaksanakan termasuk antisipasi distribusi.
"Kapal pengangkut BBM dari supply point Terminal BBM Tanjungwangi yang berlayar pada Minggu (24/1), berhasil sandar pada Senin (26/1) yang mana pada operasional normal seharusnya sudah bisa sandar pada Minggu (25/1). Kemudian untuk LPG sendiri baru mendapatkan ijin layar pada Senin (26/6) dengan perkiraan sandar sore hari ini (27/1)," kata Ahad, melalui keterangan tertulisnya, Selasa(27/1/2026).
Ahad menjelaskan, kapal pengangkut LPG yang sedang dalam perjalanan saat ini membawa LPG lebih dari 9.000 tabung. Dengan jumlah tersebut, diharapkan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat Pulau Bawean dan sekitarnya.
"Kapal sudah berangkat kemarin dengan membawa 9.000 tabung LPG. Kemungkinan tiba sore ini," tambahnya.
Sebagai antisipasi distribusi, seluruh pangkalan telah diinstruksikan untuk melaksanakan prioritas pembelian kepada konsumen rumah tangga. Termasuk harga yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.
"Kami himbau kepada masyarakat untuk melakukan pembelian di pangkalan resmi Pertamina untuk mendapatkan harga sesuai HET (Rp 18 ribu) sebagaimana ditetapkan pemerintah. Pertamina pastikan stok mencukupi dengan paralel melaksanakan antisipasi dan mitigasi terutama pada cuaca buruk yang masih terjadi hingga hari ini," tuturnya.
Ahad menambahkan Pertamina menyampaikan terima kasih atas pengertian dan kesabaran masyarakat atas kejadian yang disebabkan oleh kendala cuaca yang berdampak pada mobilisasi kapal. Terutama kapal yang mensuplai LPG ke Pulau Bawean sehingga mengakibatkan terganggunya jadwal pengiriman LPG.
"Kita juga menghimbau agar masyarakat diharapkan melakukan pembelian secara bijak sesuai kebutuhan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan produk Pertamina, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Pertamina Contact Center 135," pungkasnya.
Sebelumnya, Terhentinya pelayaran akibat cuaca buruk menyebabkan pasokan BBM dan LPG ke Pulau Bawean tersendat. Selama sepekan terakhir, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga perdagangan warga pun ikut terganggu.
Kondisi cuaca buruk itu, membuat operasional kapal pengangkut logistik ke Pulau Bawean terhambat. Hal itu membuat aktivitas ekonomi dan sosial warga Bawean nyaris lumpuh. Mau tidak mau, warga harus mengeluarkan uang lebih untuk mendapatkan kebutuhan energi tersebut.
Seperti yang disampaikan oleh Firman, warga Kecamatan Tambak. Sejak sepekan terakhir, LPG 3 Kg mengalami kelangkaan. Bahkan, sebelum mengalami kelangkaan, harga LPG 3 kg sempat mencapai harga Rp 55 ribu.
