Tingkat hunian kamar atau okupansi hotel di Jawa Timur tak terkerek signifikan saat libur panjang Isra Mikraj pada 16-18 Januari 2026. Ada beberapa faktor yang disebut menjadi pemicunya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim Dwi Cahyono mengatakan, okupansi hotel di Jatim rerata hanya mencapai 55%.
"Ada kenaikan okupansi saat long weekend Isra Mikraj, tetapi tidak signifikan. Masih di sekitar angka 55%," ujar Dwi, Senin (19/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, libur panjang Isra Mikraj bertepatan tak jauh dari momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
"Selesai Nataru libur panjang banyak masyarakat yang sudah menghabiskan anggaran liburan. Jadi sekarang di awal tahun masih harus saving (menabung) lagi," beber Dwi.
Dwi menambahkan, pola liburan masyarakat pada awal tahun cenderung lebih selektif. Banyak yang memilih perjalanan singkat tanpa menginap, atau sekadar berwisata harian ke destinasi terdekat dari tempat tinggalnya.
"Kecuali yang memang mengagendakan liburan selesai Nataru yang bukan pegawai," tambahnya.
Dorongan kegiatan MICE, event daerah, hingga berbagai promo pun diharapkan dapat membantu menggerakkan okupansi hotel Jatim di awal tahun 2026.
(irb/hil)
