Menilik Pasar Nostalgia, Surga Pencinta Barang Antik di Surabaya

Aprilia Devi - detikJatim
Rabu, 17 Sep 2025 22:30 WIB
Barang-barang antik di Pasar Nostalgia Surabaya. (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Di tengah perkembangan zaman yang kian modern, ada salah satu pasar di Kota Surabaya yang justru membawa pengunjungnya mengenang masa lalu. Namanya Pasar Nostalgia, terletak di Jalan Bratang Binangun, kawasan Baratajaya.

Saat detikJatim berkunjung ke sana, lokasinya bisa dibilang cukup sepi. Namun tempat ini seperti mesin waktu yang menyimpan jejak-jejak sejarah lewat barang-barang antik yang terpajang rapi di etalase toko-toko.

Begitu melangkah masuk, nuansa tempo dulu langsung terasa. Beberapa toko tampak terbuka dengan penjual yang menyapa ramah, siap bercerita panjang tentang koleksi yang dipasarkan. Pasar ini pun layaknya surga bagi para pencinta barang antik.

Dari informasi yang dihimpun, ada sekitar 26 toko barang antik atau barang lawas yang tergabung di Pasar Nostalgia. Sementara koleksinya sangat beragam mulai dari buku, poster, foto, kaset, sampai album. Ada pula porselain, jam, mesin ketik, mainan, perhiasan, dan masih banyak lainnya.

Biasanya para pemilik toko mulai membuka tokonya dari pukul 13.00 hingga 18.00 WIB. Mereka menjual berbagai benda antik dengan harga mulai puluhan hingga jutaan ribu rupiah.

Salah satu pedagang yang cukup lama berjualan di sana adalah Kuyen yang sudah mengisi stan di pasar itu sejak 10 tahun lalu. Ia bercerita, pasar ini sebenarnya sudah ada sejak 25 tahun silam.

"Sekarang saya ada 4 stan di sini. Awalnya dari hobi, terus-terusan dikumpulkan di rumah menumpuk. Akhirnya ditawari rekan buka stan di Pasar Nostalgia," cerita Kuyen saat ditemui detikJatim, Rabu (17/9/2025).

Barang-barang antik di Pasar Nostalgia Surabaya. Foto: Aprilia Devi/detikJatim

Barang-barang yang dijual di pasar ini datang dari berbagai sumber. Ada yang berasal dari koleksi pribadi, ada juga yang dibeli dari pasar rombeng, hingga hasil berburu lewat toko-toko online.

Menariknya, barang-barang antik yang dijajakan di sini tak melulu jadi pajangan. Banyak yang masih fungsional dan dicari karena kelangkaannya.

"Barangnya dapat dari ada yang nyari, koleksi, beli di rombeng, ada yang online," jelas Kuyen.

Salah satu koleksi paling tua yang dimiliki Kuyen adalah jam buatan Inggris dari tahun 1960-an. Meski usianya sudah lebih dari setengah abad, jam itu masih bisa berbunyi setiap 15 menit.

Kuyen pun menuturkan bahwa keinginan untuk mengoleksi barang antik tak ada matinya. Belakangan, ramai yang berburu kamera digital lama yang masih bisa berfungsi. Selain itu koleksi foto-foto lawas juga ramai diburu.

"Yang sekarang ramai lagi cari kamera digital, biasanya masih bisa berfungsi. Ada juga yang cari klise lawas. Harganya nggak pasti, kadang ada yang dapat murah ada yang dapat mahal," tuturnya.

Meski terlihat sepi, jangkauan pasar ini nyatanya sudah menembus batas pulau dan negara. Tak sedikit pembeli datang dari luar negeri, mulai dari Malaysia, Singapura, China, hingga Amerika. Bahkan banyak juga pesanan online yang dikirim ke berbagai daerah.




(auh/abq)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork