Menaker Serahkan Bantuan Subsidi Upah Bagi 3.017 Karyawan di Sidoarjo

Suparno - detikJatim
Jumat, 30 Sep 2022 21:25 WIB
menaker ida fauziah membagikan bsu ke pegawai maspion
Menaker Ida Fauziah membagikan BSU ke pegawai Maspion (Foto: Suparno)
Sidoarjo -

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah menyerahkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahap 3 di PT Maspion Unit II, Desa Banjar Kemantren, Buduran Sidoarjo. Penerimanya adalah para pekerja PT Maspion.

Ida Fauziyah mengatakan pekerja PT Maspion banyak memperoleh dana bantuan tersebut karena semua karyawanya telah didaftarkan di BPJS Ketenagakerjaan.

"Karyawan PT Maspion yang mendapat dana BSU sebesar Rp 600 ribu mencapai 3.017 orang, baik itu tahap satu hingga tahap tiga," kata Ida di PT Maspion II di Buduran Sidang, Jumat (30/9/2022).

Ida menjelaskan sampai hari ini secara nasional dana BSU yang telah disalurkan mencapai 7.770.550 penerima, angka ini telah mencapai 48,34 persen.

"Tadi malam kita menerima data baru dari BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 1,5 juta. Tentu data ini perlu dipadankan agar tepat sasaran. Sehingga awal pekan depan sudah bisa cair di rekening penerima," jelas Ida.

Di Jawa Timur calon penerima dana BSU mencapai 1.966.882. Dari jumlah itu yang telah disalurkan kepada penerima sebanyak 958.317 atau 48,72 persen. Angka itu melampaui jumlah rata-rata nasional.

Sedangkan di Sidoarjo, Ida menyebut calon penerima BSU tahap 3 ini sebanyak 134.878 atau 51,48 persen.

"Saya harap peserta BPJS yang belum mendapatkan dana BSU untuk bersabar karena datanya sedang dipadankan. Kalau memenuhi syarat semuanya pasti akan mendapatkan dana batuan ini," pesannya.

Sementara itu Presiden Direktur PT Maspion Grup Alim Markus menjelaskan dari total karyawan sebanyak 30.000 orang yang menerima dana BSU hanya sekitar 3.000 karyawan saja.

"Yang memenuhi syarat mendapat BSU hanya sebanyak itu, artinya yang lain gajinya telah lebih tinggi dari aturan penerimanya," kata Alim.

Hal yang patut diapresiasi selama masa pandemi, tidak ada satupun karyawan PT Maspion yang di-PHK. Ini berkat efisiensi ketat yang kita terapkan.

"Selain itu kami memperluas pasar, dengan begitu penerimaan perusahaan semakin tinggi," tandas Alim.



Simak Video "Upah Minimum 2023 Sedang Digodok, November akan Ditetapkan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)