Menerka Pasar, Orientasi, hingga Teknologi di GIIAS Surabaya 2022

Menerka Pasar, Orientasi, hingga Teknologi di GIIAS Surabaya 2022

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Kamis, 15 Sep 2022 02:02 WIB
GIIAS Surabaya 2022
Booth Hyundai di GIIAS 2022 (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Memiliki mobil pribadi kini sudah bukan menjadi kebutuhan sekunder mau pun tersier. Bagi sebagian khalayak, mobil telah menjadi sebuah keharusan meski membelinya juga bukan perkara yang gampang.

Seiring berjalannya waktu, teknologi dan fitur yang dihadirkan setiap brand mobil juga kian berkembang. Bahkan, kini sudah ada mobil listrik yang notabene tanpa menggunakan BBM.

Kini, detikJatim bakal mengulas lebih rinci perihal teknologi, item, cara membeli, hingga asuransi yang ada di Surabaya selama perhelatan otomotif akbar tahunan. Pun dengan asuransi dan mobil kekinian bagi kaum urban di perkotaan.

Pasar Mobil dan Brand Baru Meningkat Pasca Pagebluk

Project Director Astra Financial GIIAS 2022, Tan Chian Hok mengatakan usai Pandemi COVID-19, sejak 2021 hingga 2022, ada peningkatan penjualan dan penggunaan otomotif, terutama roda 4. Menurutnya, market terbesar masih didominasi peminat kategori LCGC.

"Market terbesar memang LCGC dan populer, kalau kita lihat mungkin sekitar 60% sampai 70%. Kami memberikan penawaran free administrasi, hingga ada tambahan asuransi juga," kata Tan kepada awak media di Grand City Convex Surabaya. Rabu (14/9/2022).

Tan menyebut, pihaknya menargetkan penjualan dan pendaftaran asuransi hingga leasing mencapai 1.000 unit. Menurutnya, target tersebut 2 kali lipat dari tahun sebelumnya.

"Di Surabaya 1000 unit, 2 kali lipat dari tahun lalu," ujarnya.

Optimisme Brand Menyuguhkan SUV dan MPV di tengah Ramainya LCGC

Kendati LCGC banyak diminati, bukan berarti brand-brand otomotif ternama semakin enggan untuk unjuk gigi. Justru, hal itu menjadi tantangan sekaligus acuan bagi mereka untuk berkompetisi.

Perihal tersebut nampaknya tersirat dalam promosi dan pasar dari Hyundai. Dalam pameran otomotif tahunan itu, mereka optimis bisa 'menggaet hati' masyarakat Indonesia dengan sejumlah produknya. Diantaranya Creta dan Stargazer yang menjadi unggulan pihaknya.

"Ini mobil yang kami buktikan adanya inovasi produk. Ini memiliki ciri khas, bahwa ada DNA khatulistiwa Indonesia di desain eksteriornya," ujar Erwin Jayadi Putra, Sales Director Hyundai Motors Indonesia saat konferensi pers.

Selain menawarkan produk, untuk mengambil hati para konsumen, pihaknya menyediakan fasilitas berupa payment protection, replacement guarantee, hingga resale value guarantee. Meski, pada saat mendevelope produk di Indonesia, pihaknya telah melakukan survey kemudian memberanikan diri untuk melaunching pertama kalinya di Indonesia.

"Kami menetapkan investasi tertinggi di Indonesia pada 2019, saat itu kita putuskan membangun pabrik di indonesia dengan total 1.5 M US$ atau sekitar Rp 113 triliun. Di Korea Selatan Eropa, Amerika, di Asia Tenggara di Indonesia. Di sini saat invest, yang ditawarkan adalah mobil listrik dan apa yang menjadi kebutuhan rata-rata rakyat indonesia, maka muncullah Stargazer ini," tuturnya.

Serupa dengan pabrikan otomotif lainnya, pihaknya berharap penjualan hingga daya beli masyarakat berkembang. Dengan begitu, kesempatan untuk menciptakan lapangan kerja untuk Indonesia juga terbuka lebar.

"Target kami sebanyak-banyaknya, kita juga merefleksikan dari GIIAS Jakarta, terbilang sangat sukses, pengumpul SPK terbanyak nomor 2, harapannya juga terjadi di Surabaya. Kalau di Jakarta Stargazer laku 1.500 unit, kalau di Surabaya harapan kami sekitar 12% atau sekitar 900 hingg 1000 SPK. Kami yakin segmen MPV di Jatim itu dominan, potensi di Surabaya besar," kata dia.

Teknologi hingga Peralihan Konsumsi BBM ke Mobil Listrik

Sementara itu, Head of Regional Sales Hyundai Motors Indoensia, Budi Darmawan Jantania menegaskan, produk yang dijajakan para produsen serupa tentu melakukan development dan riset sebelumnya. Bahkan, beragam hal di dalamnya telah diperhitungkan serta disesuaikan untuk kebutuhan setiap generasi.

"Kami pastikan aman dan bukan asal-asalan. Market Indonesia populer dengan SUV, kita kenalkan pertama kali creta dan responnya luar biasa. Nah, makannya kami kenalkan EVT, itu (teknologi) diatas CVT, bisa bereaksi lebih cepat dari, tapi tidak menghilangkan CVT, karakternya sigap tapi lembut, seperti tidak ada perpindahan gigi sama sekali," ujar dia.

Hal tersebut pun diamini diamini President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Naoya Nakamura. Menurutnya, lambat laun, segmentasi dan pasar otomotif di Indonesia bakal bergeser ke mobil listrik. Namun, perubahan itu tidak instan, cepat, dan asal-asalan.

"Kami tentu fokus ke elektrifikasi dan pemasarannya di Indonesia. Saat ini, solusi yang ada tentang kendaraan listrik adalah baterai dan hybrid," tutur dia.

Oleh karena itu, pihaknya juga masih melakukan diskusi mendalam kepada kementerian-kementerian terkait baterai dan produk mobil listrik yang akan dipasarkan di Indonesia. Seperti halnya Mitsubishi Outlander Electric Vehicle.

"Kami lakukan kerjasama bisnis yang mempergunakan mobil full listrik, untuk logistik mau pun niaga ringan, masih harus dilakukan visibilitas (dalam beberapa hal), baik dari pemerintahan mau pun partner bisnis," kata dia.

Selain produk, ia juga berkisah perihal infrastruktur penunjang untuk kendaraan listrik di Indonesia. Bahkan, ia mengaku pihaknya juga telah berdiskusi mendalam dengan berbagai pihak untuk bisa memberikan sumbangsih perihal kendaraan listrik di tanah air.

Gayung bersambut, hal itu pun dibenarkan Project Director Astra Financial GIIAS 2022, Tan Chian Hok. Menurutnya, pangsa pasar, penjualan, hingga komponen mobil listrik bakal berkembang di kemudian hari.

"Memang, trennya akan ke sana, saya pikir cukup baik, tapi belum banyak. Sekarang yang terpenting adalah double engine yaitu hybrid, prospek masih sangat cerah ke depannya, dari gaikindo memang begitu, arahnya ke sana (memasifkan mobil listrik)," tutupnya.



Simak Video "Penampakan 2 Mobil Teranyar Suzuki di GIIAS 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)